Perang Iran vs AS
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara melaporkan serangkaian serangan udara
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik
SERAMBINEWS.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara melaporkan serangkaian serangan udara baru di kawasan Teluk selama akhir pekan.
Perkembangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk memperpanjang gencatan senjata dan mencapai kesepakatan yang lebih permanen terkait konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Dikutip Serambinews.com melalui BBC News (1/6/2026), militer Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengklaim telah menyerang target militer lawan di sekitar kawasan strategis Selat Hormuz.
Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute energi terpenting di dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan gas alam cair global.
Baca juga: Somaliland, Negara yang Membuat Iran Selalu Waspada, Ternyata Diam-diam Mau Kendalikan Hal Ini
AS Klaim Hantam Fasilitas Militer Iran
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan bahwa pihaknya melancarkan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas militer Iran yang berada di wilayah Goruk dan Pulau Qeshm.
Menurut Centcom, sasaran serangan meliputi situs radar, pusat komando dan kendali drone, serta beberapa sistem pertahanan udara milik Iran.
Militer AS menyebut operasi tersebut sebagai tindakan bela diri yang dilakukan sebagai respons terhadap aktivitas militer Iran yang dianggap mengancam keamanan pasukan Amerika dan lalu lintas maritim internasional.
Dalam pernyataannya, Centcom juga mengatakan bahwa pesawat tempur AS menyerang dua drone Iran yang dinilai menimbulkan ancaman bagi kapal-kapal yang melintas di kawasan perairan regional.
Amerika Serikat menegaskan tidak ada personel militer mereka yang terluka dalam operasi tersebut.
Selain itu, Washington menyebut serangan tersebut merupakan respons atas insiden penembakan jatuh pesawat tanpa awak MQ-1 milik AS yang sedang beroperasi di atas perairan internasional.
Baca juga: Jet Tempur F-16 AS hampir Kehabisan BBM Saat Serang Iran
Iran Balas Serangan Amerika
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan udara yang digunakan pasukan Amerika Serikat.
Meski tidak menyebutkan lokasi secara spesifik, IRGC mengatakan pangkalan tersebut digunakan untuk melancarkan serangan terhadap menara komunikasi Iran di Pulau Sirri yang berada di kawasan Teluk.
Pulau Sirri sendiri terletak sekitar 65 kilometer dari garis pantai selatan Iran dan menjadi salah satu wilayah strategis di sekitar Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Fars, militer Iran memperingatkan bahwa respons mereka akan jauh lebih keras apabila Amerika Serikat kembali melakukan tindakan yang dianggap sebagai agresi.
| Trump Gelar Rapat Darurat, Nasib Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari Masih Menggantung |
|
|---|
| Update Hari ke-91 Perang Iran: AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari |
|
|---|
| Update Hari ke-89 Perang Iran: AS Kembali Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Kian Memanas |
|
|---|
| Iran Murka! Serangan Udara AS di Hormuz Disebut Langgar Berat Gencatan Senjata |
|
|---|
| Update Hari ke-88 Perang Iran: AS Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Berlanjut di Qatar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Timur-Tengah-Memanas-Iran-Tuding-AS-Mulai-Perang-Hibrida-Pentagon-Bidik-Serangan-Terbaru.jpg)