Senin, 8 Juni 2026

AS dan Israel Serang Iran

Bentrok di Selat Hormuz, AS Tembak Jatuh Drone Iran

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menghancurkan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Kompas.com/Seto Ajinugroho
KAPAL PERTAMINA - Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menghancurkan dua drone serang Iran yang dinilai mengancam keselamatan lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Militer AS menyebut, dua drone tersebut ditembak jatuh dalam operasi pertahanan terbaru yang mencerminkan eskalasi langsung antara kekuatan militer yang saling berhadapan di kawasan tersebut.

“Sebelumnya hari ini, pasukan AS di Timur Tengah menembak jatuh dua drone serang satu arah Iran yang mengancam lalu lintas maritim internasional di Selat Hormuz,” ujar Komando Pusat AS melalui akun X resminya, Minggu.

Komando tersebut menegaskan bahwa pasukan Amerika akan tetap bersiaga penuh.

“Pasukan Amerika tetap berpostur dan siap untuk terus bertahan melawan agresi Iran,” lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah Pangkalan AS di Kuwait, Hanggar Drone Hancur Diserang Iran

Insiden ini terjadi di tengah rangkaian aksi saling balas serangan (tit-for-tat) antara kedua pihak.

Iran sebelumnya meluncurkan salvo rudal pada Sabtu yang menargetkan sekutu AS, Bahrain dan Kuwait.

Serangan tersebut berlangsung meskipun Washington dan Teheran telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung selama berminggu-minggu guna mencari jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

Pada hari yang sama, Komando Pusat AS juga mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap situs radar pengawasan pantai Iran di Sirik dan di Pulau Qeshm.

Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan yang menargetkan Selat Hormuz dan sejumlah negara Teluk.

Tak lama berselang, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pangkalan militer AS di kawasan tersebut telah menjadi sasaran serangan rudal sebagai bentuk balasan atas serangan Amerika.

Di tengah memanasnya situasi militer, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras terkait program nuklir Iran.

Trump menegaskan bahwa Washington akan memastikan penghancuran uranium Iran yang diperkaya, terlepas dari tercapai atau tidaknya kesepakatan diplomatik.

“Kami akan mengeluarkannya dan menghancurkannya, baik di lokasi atau di luar lokasi,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News yang disiarkan Minggu.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat siap bertindak sendiri.
“Dengan mereka, atau tanpa mereka,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved