Kesehatan
Bukan Cuma Penyakit Lansia, Ini 5 Alasan Serangan Jantung Makin Sering Mengintai Usia Muda
Kasus serangan jantung makin sering ditemukan menyerang kelompok usia muda mereka yang baru menginjak usia 30-an hingga 40-an
SERAMBINEWS.COM - Selama ini, serangan jantung sering kali diidentikkan sebagai penyakitnya orang tua.
Namun, realitas di lapangan belakangan ini justru bikin cemas. Kasus serangan jantung makin sering ditemukan menyerang kelompok usia muda mereka yang baru menginjak usia 30-an hingga 40-an tahun kini mulai berada di zona merah risiko kondisi yang mengancam nyawa ini.
Mengapa tren kesehatan ini bergeser ke generasi yang lebih muda?
Melansir dari kanal kesehatan HealthShots, berikut adalah beberapa alasan medis di balik fenomena mengkhawatirkan tersebut:
Faktor Pemicu Serangan Jantung di Usia Produktif
1. Hipertensi yang Sering 'Sembunyi'
Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap dijuluki sebagai silent killer. Alasannya, kondisi ini sering kali tidak disadari oleh anak muda karena jarang sekali menimbulkan gejala mencolok pada tahap awal.
Di era sekarang, perilaku kurang gerak (sedenter), kebiasaan mengonsumsi makanan dengan asupan garam tinggi, masalah obesitas, hingga kebiasaan begadang alias kurang tidur menjadi kontributor utama melonjaknya tekanan darah di usia muda.
Jika dibiarkan tanpa kontrol, hipertensi bakal membuat pembuluh darah arteri menjadi kaku dan otomatis memperberat beban kerja jantung. Dalam jangka panjang, kondisi inilah yang memicu terjadinya serangan jantung.
2. Lonjakan Kasus Diabetes di Usia Muda
Penyakit gula atau diabetes kini tak lagi memandang umur. Celakanya, diabetes bukan sekadar masalah gula darah, melainkan juga merusak pembuluh darah dari dalam, mengacaukan keseimbangan kolesterol tubuh, hingga mempercepat terbentuknya plak (sumbatan) di arteri koroner. Kalau diabetes ini sudah berkolaborasi dengan faktor risiko lain seperti hipertensi dan obesitas, maka risiko seseorang terkena serangan jantung akan meningkat secara signifikan.
3. Hantaman Stres Berat Akibat Gaya Hidup Modern
Tinggal di kota besar dengan ritme hidup yang serba cepat menuntut kompensasi psikologis yang besar. Tuntutan sosial, beban ekonomi, serta berbagai tantangan hidup lainnya kerap menjebak anak muda dalam lingkaran stres yang berkepanjangan.
Saat stres melanda, tubuh dipaksa terus-menerus berada dalam mode fight or flight (siaga darurat). Jika mode ini aktif terlalu lama tanpa jeda rileks, hormon yang keluar secara konstan lambat laun akan merusak fungsi tubuh dan kesehatan jantung dari dalam.
4. Kebiasaan Merokok yang Merusak Arteri
Sudah bukan rahasia lagi kalau merokok adalah kebiasaan tidak sehat yang dampaknya sangat merusak. Isapan rokok secara instan bisa meningkatkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung. Lebih dari itu, paparan bahan kimia yang terkandung di dalam rokok bakal merusak lapisan dinding arteri sekaligus memicu pengentalan atau pembekuan darah yang berujung pada penyumbatan total.
kesehatan
serangan jantung
Gejala Serangan Jantung
Gejala Serangan Jantung Mengintai di Usia Muda
Kena Serangan Jantung
Serambi Indonesia
| Cuaca Lagi Terik-teriknya? Ini 5 Cara Ampuh Menjaga Kelembapan Kulit Biar Gak Kering dan Iritasi |
|
|---|
| Pisang Ternyata Miliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Di Antaranya Menjaga Jantung |
|
|---|
| Tanpa Obat! Ini 8 Cara Efektif Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami yang Wajib Dicoba |
|
|---|
| Kaya Antosianin, Ini 5 Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui |
|
|---|
| 8 Buah Terbaik untuk Dikonsumsi Setiap Hari, Ampuh Jaga Imun dan Kaya Antioksidan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanda-serangan-jantung-pada-wanita.jpg)