Selasa, 9 Juni 2026

Israel Balas Serang Iran, Ledakan Terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan

Menurut IRGC, gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan hingga Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/AI
Gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) pada Rabu (3/6/2026) memperlihatkan situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian ledakan mengguncang wilayah dekat Pulau Qeshm, Iran. 
Ringkasan Berita:
  • Israel melancarkan serangan udara balasan terhadap target militer di Teheran, Tabriz, dan Isfahan pada 8 Juni 2026.
  • Serangan ini mengabaikan desakan Presiden AS Donald Trump yang meminta Israel untuk menahan diri dari eskalasi militer.
  • Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan melanjutkan serangan rudal dan drone selama tujuh hari penuh.
  • Konflik dipicu oleh operasi militer Israel di Lebanon dan serangan balasan Iran sebelumnya ke wilayah Israel.
 

 


SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran pada Senin (8/6/2026).

Serangan tersebut terjadi hanya sehari setelah Iran menembakkan gelombang rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di sedikitnya tiga kota besar, yakni Teheran, Tabriz, dan Isfahan.

"Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan," demikian laporan televisi pemerintah Iran melalui kanal Telegram resminya.

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel telah menyerang sejumlah target militer milik Iran di wilayah barat dan tengah negara tersebut.

"Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim Iran di Iran barat dan tengah," tulis Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui Telegram.

Baca juga: Iran Murka Beirut Diserang, Luncurkan Gelombang Rudal ke Israel

Israel Abaikan Desakan Trump

Serangan balasan Israel ini dilakukan meskipun Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, sebelumnya mendesak Tel Aviv untuk menahan diri dan tidak membalas serangan Iran.

Trump bahkan menyatakan bahwa konflik yang berkembang antara Iran dan Israel belum dapat dikategorikan sebagai perang besar dan mengklaim peluang tercapainya kesepakatan diplomatik masih terbuka. Namun, hingga kini belum terlihat tanda-tanda meredanya ketegangan di lapangan.

Iran Ancam Serangan Selama Sepekan

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa serangan rudal yang diluncurkan ke Israel pada Minggu (7/6/2026) hanyalah tahap awal dari operasi militer yang lebih besar.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut operasi tersebut akan berlangsung selama tujuh hari penuh sebagai respons atas serangan Israel terhadap kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon.

"Operasi ini bukanlah peristiwa yang berlalu begitu saja, melainkan awal dari serangkaian serangan berkelanjutan selama seminggu penuh," kata IRGC.

Menurut IRGC, gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan hingga Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon.

"Gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan sepanjang waktu selama tujuh hari ke depan hingga musuh gentar dan menghentikan kejahatannya," lanjut pernyataan tersebut.

Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas dengan respons yang lebih besar dan tidak terduga.

Baca juga: Trump Ancam Iran Lagi! Aset Miliaran Dolar Tetap Dibekukan, Negosiasi Gencatan Senjata Gagal?

Iran: Israel Telah Melewati Batas

Komando militer pusat Iran menilai serangan Israel ke Beirut telah melampaui batas toleransi Teheran.

Pemerintah Iran menuntut penghentian total kampanye militer Israel di Lebanon.

"Operasi malam ini adalah sebuah peringatan. Jika agresi semacam itu terulang, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Zionis-AS di wilayah tersebut," tegas IRGC.

Teheran juga menegaskan bahwa setiap upaya perundingan damai di masa mendatang harus mencakup penghentian konflik yang sedang berlangsung di Lebanon.

Serangan Israel ke Beirut

Sebelumnya, pada Minggu (7/6/2026), kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa militer Israel telah menyerang pusat komando Hizbullah di kawasan Dahiyeh, Beirut.

Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap serangan roket dan drone yang ditembakkan ke wilayah Israel utara.

Serangan ke Beirut dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 20 lainnya.

Sebelum serangan dilakukan, Israel telah memperingatkan bahwa kawasan tersebut akan menjadi target apabila Hizbullah terus melancarkan serangan terhadap wilayah Israel.

Di sisi lain, Hizbullah mengonfirmasi telah meluncurkan rudal dan drone ke dua pangkalan militer Israel pada Minggu pagi sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok-kelompok yang berperang melawan Israel di kawasan.

Situasi Kian Memanas

Rangkaian aksi saling serang antara Israel dan Iran menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Dengan ancaman Iran untuk melanjutkan serangan selama sepekan dan langkah Israel yang tetap melakukan operasi militer balasan, risiko konfrontasi langsung antara kedua negara semakin meningkat.

Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyerukan penahanan diri serta penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah eskalasi yang dapat menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved