Senin, 8 Juni 2026

Listrik Padam di Sumut

Gubernur Bobby Tegur dan Minta PLN Beri Kompensasi ke Rakyat: Telat Bayar Saja Diputus Meterannya

Selain meminta perbaikan komunikasi publik, Bobby secara tegas mendesak PLN memberikan kompensasi kepada rakyat yang terdampak.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Pemprov Sumut
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta PT PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir, Senin (8/6/2026) 

Gubernur Bobby Tegur dan Minta PLN Beri Kompensasi ke Rakyat: Telat Bayar Saja Diputus Meterannya

SERAMBINEWS.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta PT PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Bobby, pelanggan berhak mendapatkan bentuk pertanggungjawaban atas gangguan layanan yang telah menimbulkan kerugian, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.

Permintaan itu disampaikan Bobby saat meninjau Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (8/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bobby tidak hanya menyoroti gangguan pasokan listrik, tetapi juga mengkritik minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait jadwal dan wilayah yang terdampak pemadaman.

Menurutnya, banyak warga mengeluhkan pemadaman bergilir yang terjadi berulang kali tanpa pemberitahuan yang memadai.

Akibatnya, masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan persiapan, sementara aktivitas ekonomi dan pelayanan publik ikut terganggu.

"Masyarakat sudah mengeluh Pak, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan penggunaan listrik,” ujarnya.

“Masalahnya kita nggak tahu bagaimana pemadaman listrik berlangsung, masyarakat tidak diberitahu dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan, dan itu berulang setiap hari," jelas Bobby.

Ia menilai masyarakat masih dapat memahami kondisi darurat yang terjadi akibat kerusakan belasan tower transmisi listrik karena cuaca ekstrem.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut seharusnya diikuti dengan penyampaian informasi yang transparan dan terkoordinasi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat.

"Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke kami (pemerintah), mana yang bisa kami bantu. Atau pihak PLN bisa sampaikan ke kepala daerah (bupati/walikota), biar mereka juga tahu dan membantu sosialisasinya ke masyarakat. Jadi jangan seperti ini, terus beralasan," tegas Bobby.

Selain meminta perbaikan komunikasi, Bobby secara tegas mendesak PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.

Kompensasi tersebut tidak harus berupa uang tunai, tetapi dapat diwujudkan melalui keringanan tagihan listrik maupun diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar, apabila memungkinkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seberapa nanti besaran kompensasi yang diberikan, itu kita minta kepada PLN untuk menentukan. Tetapi yang jelas penekanan kita ke situ, harus ada kompensasi,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved