Rabu, 10 Juni 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Minta AS Angkat Kaki dari Timur Tengah, Tegaskan Siap Balas Setiap Ancaman

Araghchi mengatakan keberadaan pasukan asing di sekitar wilayah Iran justru meningkatkan potensi terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
IRNA
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari Timur Tengah guna menghindari konflik.
  • Ketegangan meningkat setelah jatuhnya helikopter Apache AS yang memicu serangan balasan terhadap target militer Iran di Selat Hormuz.
  • Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah menyerang 21 target militer Amerika Serikat di kawasan Bahrain dan Yordania.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan maupun ancaman terhadap wilayahnya akan mendapat balasan tegas.

Peringatan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyusul meningkatnya ketegangan militer antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Selasa (9/6/2026), Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan tindakan Amerika Serikat berlalu tanpa respons.

"Terlepas dari kekalahannya di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban," tulis Araghchi.

Ia juga menyerukan agar pasukan asing, khususnya militer Amerika Serikat, meninggalkan kawasan Timur Tengah guna mengurangi risiko konflik yang semakin meluas.

"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin tetap aman," ujarnya.

Menurut Araghchi, sejarah kawasan Teluk Persia telah menunjukkan banyak contoh buruk bagi kekuatan asing yang terlibat dalam urusan regional.

Baca juga: AS Gempur Iran Usai Helikopter Apache Jatuh di Dekat Selat Hormuz

Iran Desak Pasukan Asing Keluar dari Kawasan

Dalam pernyataan lanjutan, Araghchi mengatakan keberadaan pasukan asing di sekitar wilayah Iran justru meningkatkan potensi terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Ia menyebut risiko tersebut dapat muncul akibat kesalahan manusia, kecelakaan militer, maupun kemungkinan terjebak dalam baku tembak yang lebih luas.

"Pasukan asing yang berada dekat dengan wilayah kami berada dalam risiko terus-menerus akibat kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau berpotensi terkena baku tembak."

"Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi," tambahnya.
Meski demikian, Iran menegaskan masih mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

"Kami lebih memilih bahasa diplomasi, tetapi kami juga berbicara bahasa lain," kata Araghchi.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang sebelumnya juga memperingatkan Washington agar tidak melanggar komitmennya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved