Jumat, 12 Juni 2026

SBY Soroti APBN dan Utang, Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Rakyat Imbas Kenaikan BBM

SBY mengingatkan pemerintah agar tidak berpuas diri dan terus melanjutkan langkah-langkah stabilisasi ekonomi di masa mendatang.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, menyampaikan pidato saat malam kontemplasi di kediamannya di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9/2019). Malam Kontemplasi tersebut memperingati 18 tahun Partai Demokrat, 70 tahun Susilo Bambang Yudhoyono, dan 100 hari wafatnya Ibu Ani Yudhoyono. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan sejumlah pesan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pesan tersebut disampaikan SBY melalui akun media sosial X pribadinya pada Kamis (11/6/2026).

Dalam cuitannya, SBY mengapresiasi penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam dua hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kabar baik sekaligus pertanda positif bagi perekonomian Indonesia.

Namun demikian, SBY mengingatkan pemerintah agar tidak berpuas diri dan terus melanjutkan langkah-langkah stabilisasi ekonomi di masa mendatang.

"Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi," tulis SBY.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menilai pemerintah perlu menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah agar kondisi fiskal tetap terjaga.

Selain itu, SBY juga meminta pemerintah untuk mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang dapat semakin membebani masyarakat.

Baca juga: Gerindra Tegaskan Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN Sesuai Aturan, Sudah Ada Sejak Era SBY

"Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat," lanjutnya.

SBY juga menyoroti pentingnya memulihkan kembali kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, komunikasi pemerintah yang efektif menjadi faktor penting agar berbagai kebijakan dapat dipahami oleh masyarakat maupun pelaku pasar.

Ia berharap pemerintah mampu menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian yang dapat memengaruhi sentimen ekonomi nasional.

Tak hanya itu, SBY menegaskan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat yang paling terdampak oleh situasi ekonomi saat ini, termasuk akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM," tulisnya.

Baca juga: SBY Kirim Pesan untuk Trump dan Khamenei: Keputusan Perang Berada di Tangan Kedua Pemimpin

Dalam unggahan yang sama, SBY menyatakan optimistis pemerintah masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi berbagai tekanan yang dihadapi saat ini.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dan Bank Indonesia yang dinilai berhasil menghentikan pelemahan rupiah dan IHSG dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut SBY, upaya menjaga stabilitas ekonomi membutuhkan waktu, dukungan publik, serta kebijakan yang tepat agar pemulihan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan.

(Serambinews.com/Firdha)

.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved