Info Haji Aceh
Jamaah Haji Indonesia Beruntung, Biaya Perjalanan Hemat Rp 7,8 Juta
Pemerintah tidak membebankan kenaikan biaya penerbangan yang mencapai Rp 7,8 juta per orang, sehingga biaya perjalanan haji tetap terkendali
Laporan Hasan Basri M Nur dari Mekkah
Perang AS-Israel melawan Iran memicu lonjakan harga energi dan tiket pesawat dunia. Namun jamaah haji Indonesia tahun 2026 justru beruntung. Pemerintah tidak membebankan kenaikan biaya penerbangan yang mencapai Rp 7,8 juta per orang, sehingga biaya perjalanan haji tetap terkendali di tengah gejolak global. Berikut laporan kontributor Serambi Indonesia dari Mekkah, Hasan Basri M Nur:
PERANG koalisi Amerika Serikat-Israel melawan Republik Islam Iran sejak akhir Februari 2026 berdampak pada krisis energi global. Harga bahan bakar minyak (BBM) dunia naik signifikan, terutama setelah penutupan Selat Hormuz. Akibatnya, harga tiket pesawat naik tajam, baik domestik maupun antarnegara.
Namun, jamaah haji Indonesia tahun 2026 beruntung. Pemerintah Indonesia tak menaikkan harga tiket pesawat Garuda rute Indonesia-Saudi Arabia (PP) untuk jamaah. Hal ini terkait erat dengan penetapan harga tiket dan pelunasan setoran dari jamaah telah diputuskan sejak tahun 2025, sementara perang baru terjadi pada 28 Februari 2026.
Sekretaris Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj RI, Dr H Abdul Haris mengatakan, perang AS-Israel vs Iran berdampak pada naiknya harga tiket pesawat yang sangat signifikan, totalnya sekitar Rp 1,77 triliun. Tetapi kenaikan dadakan ini tidak dibebankan kepada jamaah haji karena angka pelunasan telah ditetapkan sebelum perang terjadi.
“Kenaikan harga per tiket (pulang pergi) mencapai Rp 7,8 juta. Tapi pemerintah tidak membebankan kenaikan harga ini kepada jamaah haji,” kata Haris dalam pertemuan khusus dengan ulama Aceh, Abu Paya Pasi, Ketua Baitul Mal Aceh, Abon Yunus dan penghubung Baitul Asyi Syeh Jamaluddin, di Kantor Kemenhaj RI Daerah Kerja Mekkah, Selasa (9/6/2026).
Jamaah haji Aceh telah melakukan pelunasan setoran ONH (Ongkos Naik Haji) sejak bulan Oktober-Desember 2025, jauh sebelum sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran yang menimbulkan gejolak global bermula. Angka pelunasan per jamaah haji Aceh sebesar Rp 17.435.212, sementara angka setoran awal pada tahun 2012 adalah Rp 25 juta.
Jamaah haji Indonesia mendapatkan pengembalian uang saku masing-masing 750 SAR (setara Rp 3,6 juta, kurs 1 SAR = Rp 4.800). Uang saku ini diberikan menjelang keberangkatan di asrama haji. Khusus jamaah haji Aceh mendapatkan uang tambahan nazir Wakaf Habib Bugak Asyi sebesar Rp 9,4 juta saat tiba di Mekkah.
Pantauan Serambi, persediaan bahan pokok di Saudi Arabia sangat stabil. Swalayan dan rumah makan menyediakan semua kebutuhan jamaah dengan harga stabil. Selain menggunakan mata uang Saudi Arabia Riyal/SAR, para pedagang juga menerima pembayaran menggunakan mata uang rupiah. Pembayaran menggunakan rupiah terasa mahal karena nilai tukar Rupiah terhadap SAR yang semakin melemah.
Meski dihadapkan pada situasi geopolitik yang memengaruhi perekonomian global, pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 bagi jamaah Indonesia sejauh ini tetap berjalan lancar. Kebijakan pemerintah yang tidak membebankan kenaikan biaya tiket pesawat kepada jamaah menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga biaya perjalanan haji tetap terkendali di tengah lonjakan harga transportasi internasional.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/HASAN-BASRI-M-NUR-HAJI-2026.jpg)