Rabu, 17 Juni 2026

Info Haji Aceh

Jamaah Haji Aceh Senang Berbelanja Pakai Rupiah

jamaah haji Aceh membawa uang rupiah dalam dompet. Mata uang Indonesia ternyata poluler dan disukai di pasar-pasar di Saudi Arabia

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews
MELAPORKAN DARI MEKKAH - Kontributor Serambi Indonesia, Hasan Basri M Nur, melaporkan suasana haji dan kegiatan jamaah haji Aceh dari Mekkah, Arab Saudi. 

Laporan Hasan Basri M Nur dari Makkah

Sebagian besar jamaah haji Aceh membawa uang rupiah dalam dompet. Mata uang Indonesia ternyata poluler dan disukai di pasar-pasar di Saudi Arabia. Para pedagang rata-rata menerima pembayaran dengan menggunakan mata uang Rupiah (Rp) dan dinilai dengan harga Rp 5.000 untuk 1 SAR (Saudi Arabia Riyal). 

Seperti dilaporkan media ini pada Jumat (13/6/2026), seorang jamaah asal Banda Aceh yang kehilangan uang Rp 12 juta dan kemudian dikembalikan dalam keadaan utuh ternyata membawa uang Rupiah untuk kebutuhan di Saudi Arabia. Uang yang hilang itu bercampur antara Rp dan SAR.

H Alfi Ali Basyah, jamaah haji asal Garot, Pidie, mengaku kerap berbelanja dengan uang Rupiah. Barang yang berharga 20 SAR dia beli dengan menggunakan Rp 100.000. Artinya para pedagang menetapkan nilai tukar per 1 SAR setara dengan Rp 5.000. Mengenai nilai tukar yang lebih tinggi dari harga di bank atau money changer, jamaah asal Aceh tidak mempersoalkannya.

Tak hanya itu, para pedagang di Makkah dan Madinah rata-rata “lancar” berbahasa Indonesia sehingga menjadi taya tarik tambahan. Amatan Serambi, hampir di semua pertokaan, pedangang menyapa dan merayu jamaah haji Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Kalimat: “Mari dipilih. Murah-murah. Empat seratus ribu rupiah,” menjadi bahasa lazim di bibir pelayan toko di Makkah. 

Fenomena tersebut membuat jamaah haji asal Aceh, terutama kaum ibu, semakin PD dalam berbelanja di pasar. Tawar menawar harga dilakukan dalam Bahasa Indonesia dan pembayaran boleh menggunakan mata uang Rupiah.

Para pedagang juga menerima penukaran uang Rupiah ke Riyal atau sebaliknya. Pemandangan seperti ini lazim terjadi di Pasar Aceh dalam melayani wisatawan dari Malaysia. Namun, antara pedagang di Pasar Aceh dan Makkah-Madinah tentu tidak saling berbagi pengalaman. Kesamaan ini terjadi semata-mata karena adanya kesamaan visi dalam menarik perhatian pasar.

Pedagang di Makkah dan Madinah menyesuaikan diri dengan keadaan pasar. Pasar atau jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar pada setiap musim haji. Tahun 2026 Indonesia mendapat kuota sebanyak 121.000 jamaah, disusul Pakistan (179.210), India (175.000), Bangladesh (127.000) dan Iran (87.550). Makanya hampir di setiap sudut Kota Makkah dapat dengan mudah ditemui jamaah haji asal Indonesia.

Jumlah jamaah haji Indonesia yang besar adalah pasar utama bagi para pedagang di Saudi Arabia. Apalagi, jamaah haji asal Indonesia dikenal hobi berbelanja untuk oleh-oleh. Oleh-oleh menjadi bahasa khas bagi orang Indonesia, terutama Aceh, manakala bepergian, termasuk pergi untuk ibadah haji.

Jadi, bagi calon jamaah haji 2027, Anda tidak perlu khawatir jika tak membawa mata uang Riyal kala pergi haji. Siapkan mata uang rupiah dan Anda dipastikan mendapatkan pelayanan yang sama saat berbelanja di pasar-pasar di Makkah maupun Madinah.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved