Perang Iran vs AS
Damai AS-Iran Bikin Bursa Asia Melejit, Harga Minyak Dunia Langsung Terjun
Pasar keuangan global merespons positif kabar terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka jalan menuju
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Optimisme juga terlihat pada pasar Amerika Serikat.
Kontrak berjangka yang terkait dengan indeks S&P 500 naik sekitar 1 persen.
Sedangkan kontrak berjangka Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi meningkat sekitar 1,8 persen.
Analis menilai pasar merespons berkurangnya risiko geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir menekan aktivitas ekonomi global.
Baca juga: Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran, Teheran Tegaskan Negosiasi Belum Tuntas
Harga Minyak Turun Tajam
Berbeda dengan pasar saham yang menguat, harga minyak dunia justru mengalami penurunan.
Minyak mentah Brent yang menjadi acuan global turun sekitar 4,5 persen hingga berada di bawah level 83,40 dolar AS per barel.
Penurunan ini dipicu harapan bahwa pasokan minyak dari kawasan Teluk akan kembali normal setelah Selat Hormuz dibuka.
Kepala Riset Asia ANZ, Khoon Goh, mengatakan pasar sebenarnya sudah mulai bereaksi sejak pekan lalu ketika Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan hampir tercapai.
Namun, konfirmasi resmi dari kedua pihak memberikan dorongan tambahan bagi investor.
Menurutnya, turunnya harga minyak akan membantu mengurangi tekanan inflasi yang selama ini menjadi perhatian bank sentral di berbagai negara.
Fokus pasar kini beralih pada keputusan suku bunga yang akan diumumkan Federal Reserve AS dalam waktu dekat.
Baca juga: Update Hari ke-105 Perang Iran: Trump Mendadak Batalkan Serangan, Klaim Damai Sudah Dekat
Selat Hormuz Kunci Stabilitas Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk.
Sejak konflik meningkat dan jalur tersebut terganggu, pasokan minyak global berkurang sekitar 14 juta barel per hari menurut Badan Energi Internasional.
Gangguan tersebut menyebabkan lonjakan harga energi di berbagai negara dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.
| Trump Rayakan Kesepakatan Damai Iran, Selat Hormuz Dibuka Kembali, Tapi Ancaman Baru Masih Mengintai |
|
|---|
| Update Hari ke-106 Perang Iran: AS dan Teheran Klaim Kesepakatan Damai Sudah di Depan Mata |
|
|---|
| Perang Iran-AS Mendekati Akhir? Teheran Sebut Kesepakatan Kian Dekat |
|
|---|
| Benarkah AS Diam-diam Kirim 100 Juta Barel Minyak Lewat Selat Hormuz? Klaim Trump Diragukan |
|
|---|
| Selat Hormuz Kian Mencekam, Serangan AS Tewaskan Tiga Pelaut India |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)