Perang Iran vs AS
Damai AS-Iran Bikin Bursa Asia Melejit, Harga Minyak Dunia Langsung Terjun
Pasar keuangan global merespons positif kabar terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka jalan menuju
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Meski demikian, para pelaku industri memperingatkan bahwa normalisasi tidak akan terjadi dalam waktu singkat.
Direktur Pelaksana Asosiasi Asuransi Risiko Perang Bersama Pemilik Kapal Norwegia, Svein Ringbakken, mengatakan ribuan kapal masih terjebak di sekitar kawasan Teluk.
Baca juga: Trump: AS Tak Akan Kembali Berperang dengan Iran Kecuali Tentara Amerika Tewas
Menurutnya, diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengurai antrean kapal, memperbaiki infrastruktur pelabuhan yang rusak, serta memastikan jalur pelayaran bebas dari ancaman ranjau laut.
Hal senada disampaikan Ketua Safesea Group, SV Anchan.
Ia menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa situasi akan segera normal.
Menurutnya, keberhasilan kesepakatan akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan dan kepastian keamanan bagi kapal-kapal yang melintas.
Meski masih menyisakan sejumlah tantangan, pengumuman kerangka kerja perdamaian antara AS dan Iran telah memberikan harapan baru bagi pasar global setelah berbulan-bulan dibayangi ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Update Hari ke-102 Perang Iran: Trump Ultimatum Netanyahu, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Trump Rayakan Kesepakatan Damai Iran, Selat Hormuz Dibuka Kembali, Tapi Ancaman Baru Masih Mengintai |
|
|---|
| Update Hari ke-106 Perang Iran: AS dan Teheran Klaim Kesepakatan Damai Sudah di Depan Mata |
|
|---|
| Perang Iran-AS Mendekati Akhir? Teheran Sebut Kesepakatan Kian Dekat |
|
|---|
| Benarkah AS Diam-diam Kirim 100 Juta Barel Minyak Lewat Selat Hormuz? Klaim Trump Diragukan |
|
|---|
| Selat Hormuz Kian Mencekam, Serangan AS Tewaskan Tiga Pelaut India |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)