Berita Internasional
Efek Damai AS-Iran: Bursa Saham Global Menghijau, Harga Minyak Terjun Bebas
Pasar keuangan global merespons positif kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Efek Damai AS-Iran: Bursa Saham Global Menghijau, Harga Minyak Terjun Bebas
SERAMBINEWS.COM – Pasar keuangan global merespons positif kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Harapan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka secara penuh untuk aktivitas pelayaran komersial membuat investor kembali optimistis terhadap prospek ekonomi dunia.
Kutipan ini disusun dari laporan Serambinews.com melalui Al Jazeera (16/6/2026).
Bursa saham Amerika Serikat mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Indeks S&P 500 naik 1,7 persen dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak hingga 3,1 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average juga mencatat kenaikan sebesar 0,9 persen dan ditutup pada level tertinggi dalam sejarahnya.
Kenaikan tersebut dipicu optimisme investor bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran akan membantu memulihkan stabilitas rantai pasokan energi global yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat konflik di Selat Hormuz.
Baca juga: Trump Puji Kesepakatan Iran di G7, Kini Bidik Perdamaian Ukraina dan Lebanon
Harga Minyak Turun Tajam
Selain mengangkat pasar saham, kesepakatan tersebut juga langsung berdampak pada harga minyak dunia.
Harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global turun hampir 5 persen hingga berada sedikit di atas 83 dolar AS per barel.
Level tersebut menjadi yang terendah sejak minggu pertama konflik pecah.
Penurunan harga minyak dianggap sebagai sinyal positif bagi perekonomian global karena dapat membantu meredakan tekanan inflasi yang sempat meningkat akibat gangguan pasokan energi.
Selama konflik berlangsung, penutupan dan pembatasan aktivitas di Selat Hormuz menyebabkan ketidakpastian besar di pasar energi internasional.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
| Trump Puji Kesepakatan Iran di G7, Kini Bidik Perdamaian Ukraina dan Lebanon |
|
|---|
| Trump Klaim Gembong Kartel Paling Dicari Tewas dalam Serangan Mematikan AS |
|
|---|
| Mantan Presiden Korsel Divonis 30 Tahun, Terbukti Kirim Drone ke Korut |
|
|---|
| Putri Sulung Raja Thailand Mangkat Usai Koma 3,5 Tahun, Begini Kisah Hidupnya |
|
|---|
| Penyair Fikar W. Eda Membawa Puisi dan Canang ke Panggung Dunia Busan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Negara-negara-Eropa-Jepang-hingga-Turki-Bereaksi-Terkait-Perjanjian-Damai-AS-Iran.jpg)