Kamis, 23 April 2026

Sosok

Ini Daftar Nama 8 Istri Soekarno, Siapa Saja yang Masih Hiudup?

Yurike Sanger bukan sekadar sosok pendamping hidup. Pertemuannya dengan Soekarno pada awal 1960-an menyimpan kisah tersendiri dalam sejarah

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/(Instagram @kartikasoekarnofoundation)
Ratna Sari Dewi Soekarno saat mendampingi Presiden Soekarno. 

SERAMBINEWS.COM - Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden Pertama RI, Soekarno. Yurike Sanger—pernah menjadi bagian dari perjalanan cinta sang proklamator—meninggal dunia pada Rabu (17/9/2025) di San Gorgonio Memorial Hospital, California, Amerika Serikat.

Perempuan yang dikenal sebagai istri ketujuh Bung Karno ini berpulang pada usia 81 tahun pukul 19.15 waktu setempat. Informasi tersebut dikabarkan langsung oleh putranya, Yudha Sanger, lewat unggahan di Instagram.

Yurike Sanger bukan sekadar sosok pendamping hidup. Pertemuannya dengan Soekarno pada awal 1960-an menyimpan kisah tersendiri dalam sejarah kepemimpinan dan romantika sang proklamator.

Meski pernikahan mereka tak panjang, Yurike tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari mosaik kehidupan Soekarno yang penuh warna.

Kepergian Yurike menambah catatan sejarah keluarga besar Soekarno. Dari sembilan perempuan yang pernah mendampingi hidupnya, kini hanya beberapa yang masih ada.

Nama-nama seperti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Heldy Djafar, dan Kartini Manoppo menjadi jejak perjalanan panjang sang pemimpin bangsa.

Dari beberapa nama tersebut, hanya satu istri Bung Karno yang diketahui masih hidup hingga kini.

Ratna Sari Dewi, istri Soekarno yang masih hidup

Ratna Sari Dewi merupakan salah satu istri Soekarno yang diketahui masih hidup.

Dulunya, ia adalah seorang gadis Jepang bernama Naoko Nemoto, lahir pada 6 Februari 1940 di Tokyo dari keluarga sederhana.

Naoko menyelesaikan pendidikan menengahnya pada 1955. Ia lalu bekerja sebagai pramuniaga di sebuah perusahaan asuransi jiwa di Chiyoda.

Naoko menunjukkan minat besar pada dunia seni dan sastra, yang kemudian membawanya masuk ke industri hiburan.

Ia memulai debut dalam drama produksi Sishere Hayakawa Art Production dan tampil di berbagai pentas teater terkemuka di Tokyo.

Baca juga: Hari Buruh di Indonesia, Disambut Soekarno, Dihapus Soeharto, Dikembalikan Habibie dan SBY

Demi mendukung kariernya, Naoko memutuskan untuk belajar Bahasa Inggris. Dari sinilah takdir mempertemukannya dengan Presiden Soekarno.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved