Kamis, 9 April 2026

Data Siswa Keracunan MBG Terus Bertambah, Apa Solusi dari Pemerintah Pusat?

Pemerintah pusat menanggapi maraknya siswa yang keracunan Makanan Bergizi Gratis atau MBG yang diberikan di sekolah.

Editor: Amirullah
Tribun Jabar/ Adi Ramadhan Pratama/arsip
ILUSTRASI MBG - Menu makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan siswa SMP Negeri 35 Bandung diduga mengalami keracunan karena menyantap menu makanan Program MBG. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memicu sorotan tajam publik.

Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, sehingga memunculkan desakan dari berbagai pihak agar program dihentikan sementara.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menegaskan pemerintah tidak akan memberhentikan program MBG secara total.

Menurutnya, pemerintah mendengar aspirasi yang meminta evaluasi hingga penghentian sementara, namun solusi yang dipilih adalah perbaikan sambil program tetap berjalan.

"Memang beberapa aspirasi dari beberapa kalangan yang minta ada evaluasi total, ada pemberhentian sementara ada juga, sambil jalan kita perbaiki tapi tidak perlu menghentikan secara total," ucapnya, Rabu (24/9/2025) dikutip dari Kompas.TV.

Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Masyarakat Sipil termasuk yang mendesak pemerintah menghentikan sementara program  MBG.

Juri Ardiantoro mengatakan hingga saat ini pemerintah masih melanjutkan program MBG sembari melakukan evaluasi dan bergerak cepat mengatasi masalah terkait MBG.

“Masalah-masalah yang terjadi segera akan diatasi, dievaluasi cari jalan keluar," tuturnya.

Ia melanjutkan Presiden Prabowo Subianto juga sudah memberikan arahan kepada Badan Gizi Nasional atau BGN agar mitigasi risiko diperketat sehingga tidak terjadi masalah baru.

Baca juga: Peringati 100 Tahun Teungku Hasan Tiro, Buku The Price of Freedom Terjemahan Haekal Afifa Dibedah

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menegaskan belum ada rencana pemerintah untuk menghentikan MBG.

“Tidak ada rencana penyetopan, saya belum mendengar. Tapi nanti tanya saja, tidak ada," ujarnya kemarin.

Terkait kasus keracunan MBG,  Muhaimin mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan melakukan evaluasi.

“Yang pertama, tentu semua jenis kejadian harus dijadikan bahan evaluasi. Yang kena keracunan, yang sistemnya lamban, berbagai hal, harus dijadikan pembenahan,” kata Ketua Umum PKB tersebut.

“Tentu saya minta pada BGN untuk benar-benar menuntaskan problem-problem yang nyata-nyata ada,” ucapnya.

Data Keracunan MBG

Keracunan massal MBG terjadi di dua wilayah di Jawa Barat dalam waktu dua hari saja yakni di Kabupaten Bandung Barat pada Senin (22/9/2025) dan terbaru di Kabupaten Sukabumi pada Rabu (24/9/2025).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved