Harga Emas
Harga Emas Dunia Perkasa, Rekor Baru Tercipta, Akankah Tumbang Setelah Data Inflasi?
Sepanjang minggu ini, emas sudah naik 1,9 persen dan sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 3.790,82 per ons.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Harga Emas Dunia Perkasa, Rekor Baru Tercipta, Akankah Tumbang Setelah Data Inflasi?
SERAMBINEWS.COM – Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (12/9/2025).
Setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan meredam spekulasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Saat ini, fokus pasar beralih ke data inflasi utama yang akan segera dirilis.
Dilansir dari kantor berita Reuters (26/9/2025), berdasarkan data pada pukul 08.17 GMT, harga emas spot berada di level US$ 3.749,24 per ons.
Sepanjang minggu ini, emas sudah naik 1,9 persen dan sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 3.790,82 per ons pada Selasa lalu.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Lhokseumawe Stagnan, Berikut Rincian Harga Jumat, 26 September
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember tercatat naik 0,2 persen menjadi US$ 3.779,40 per ons.
Kekuatan emas kali ini dipengaruhi laporan ekonomi AS yang dirilis Kamis (11/9/2025).
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan PDB kuartal II 2025 lebih tinggi dari perkiraan, disertai dengan penurunan klaim pengangguran mingguan.
Kondisi ini mengisyaratkan ketahanan ekonomi AS, sehingga memangkas ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed.
Han Tan, Kepala Analis Pasar di Nemo.money, mengatakan emas kini bertahan di kisaran pertengahan US$ 3.700 karena ekspektasi penurunan suku bunga semakin tipis.
“Peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada akhir 2025 turun hingga 18 poin persentase minggu ini,” jelasnya.
Baca juga: Harga Emas Batangan Lokal dan Antam di Aceh Timur Naik Lagi
Menurut CME FedWatch Tool, investor kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 87 persen pada Oktober dan 62 persen pada Desember, turun dari 91 persen dan 76 persen sebelum data PDB dirilis.
Selanjutnya, semua mata tertuju pada data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), ukuran inflasi yang menjadi acuan The Fed, yang akan dirilis pukul 12.30 GMT.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters, inflasi PCE diperkirakan naik 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen secara tahunan pada Agustus.
harga emas
harga emas antam
harga emas hari ini
harga emas naik
harga emas dunia
Serambinews
Serambi Indonesia
| Harga Emas di Banda Aceh 22 April 2026 Turun Lebih Dalam, Anjlok Rp 50 Ribu Jadi Segini per Mayam |
|
|---|
| Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen, Tertekan Penguatan Dolar AS |
|
|---|
| Harga Emas di Aceh Hari Ini 21 April 2026 Beragam: Banda Aceh Turun Tipis, Abdya Stabil |
|
|---|
| Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Turun Tipis, 21 April 2026 Dijual Segini per Mayam |
|
|---|
| Update Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini, 20 April 2026 Naik atau Turun per Mayam? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/emas-antam-naik-di-Sabang.jpg)