Jumat, 10 April 2026

Berita Nasional

45 Dapur 'Nakal' Ditutup, Ekses Ribuan Anak Keracunan MBG

"Ada 45 dapur kami yang ternyata tidak menjalankan SOP dan menjadi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan," ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta,

Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
MAKANAN BERGIZI GRATIS - Siswa di salah satu sekolah dasar di Kota Sabang menikmati hidangan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak sekolah melalui siklus menu sepuluh hari.  

"Ada 45 dapur kami yang ternyata tidak menjalankan SOP dan menjadi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan," ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

SERAMBINEWS.COM - Kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi karena kombinasi kelalaian teknis, lemahnya pengawasan, dan terburu-burunya pelaksanaan. Berikut penjelasan lengkapnya:

 Penyebab Utama Keracunan MBG

  • Pelanggaran SOP oleh Dapur MBG
    45 dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tidak menjalankan prosedur standar operasional (SOP).

40 dapur ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena terbukti menjadi sumber keracunan.

  • Cemaran Mikrobiologi
    Investigasi BPOM menemukan kontaminasi bakteri dalam makanan akibat sanitasi buruk dan pengolahan yang tidak higienis.
    Makanan tidak dikonsumsi dalam waktu maksimal 4 jam setelah dimasak, sehingga memicu pertumbuhan bakteri.
  • Pengolahan Skala Besar yang Tidak Profesional.

Menurut ahli gizi, memasak dalam jumlah besar butuh keahlian khusus. Banyak dapur MBG tidak memiliki tenaga profesional.
Kesalahan kecil seperti nasi mentah, lauk terlalu lembek, atau dapur penuh lalat bisa menyebabkan keracunan.

  • Distribusi dan Penyimpanan yang Tidak Sesuai
    Makanan sering dikirim dalam kondisi panas dan ditutup rapat, yang justru mempercepat pertumbuhan mikroba.
    Susu kemasan yang rusak atau kedaluwarsa juga ditemukan sebagai pemicu
  • Ketiadaan Regulasi dan Supervisi
    Program MBG dijalankan secara tergesa-gesa untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, tanpa regulasi yang matang.
  • Tidak ada peraturan presiden atau panduan teknis yang jelas, sehingga koordinasi antar-lembaga dan pengawasan lapangan lemah.

    Baca juga: Ribuan Anak Keracunan MBG, Petugas Dapur Langgar SOP: Masak Pukul 02.00 Jadi 21.00 karena Mengantuk

     

    Data Korban dan Wilayah Terdampak

Total korban keracunan MBG mencapai 5.914 orang hingga akhir September 2025.

Wilayah paling terdampak: Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Kalimantan, dan Yogyakarta.

Keracunan MBG terjadi karena dapur-dapur penyedia makanan tidak mematuhi standar keamanan pangan, ditambah pengawasan yang lemah dan ambisi program yang terlalu besar tanpa kesiapan teknis.

Makanan yang seharusnya menyehatkan justru menjadi sumber penyakit karena kontaminasi mikroba, sanitasi buruk, dan distribusi yang tidak sesuai prosedur.

Tutup 45 Dapur

MINTA MAAF - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan permohonan maaf terkait kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ribuan anak, Jumat (26/9/2025) di kantor BGN, Jakarta.
MINTA MAAF - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan permohonan maaf terkait kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ribuan anak, Jumat (26/9/2025) di kantor BGN, Jakarta. (Tangkap Layar Kompas TV)

 Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menutup 40 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) buntut kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah pelajar. Penutupan dilakukan tanpa batas waktu hingga proses investigasi dan perbaikan fasilitas selesai.

Badan Gizi Nasional (BGN) adalah lembaga non-kementerian yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat secara nasional.

BGN berperan penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

 Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan saat ini ada 45 dapur yang diduga tidak menjalankan SOP yang menjadi penyebab kasus siswa mengalami keracunan.

"Ada 45 dapur kami yang ternyata tidak menjalankan SOP dan menjadi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan," ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

SOP adalah dokumen yang berisi panduan atau langkah-langkah baku yang harus diikuti dalam menjalankan suatu tugas atau proses kerja.

 Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kegiatan dilakukan secara konsisten, efisien, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved