Rabu, 15 April 2026

Kisah Alfatih Tertimbun Puing Ponpes Al Khoziny Selama 3 Hari, Sempat Bermimpi

Alfatih merasakan mimpi saat ia tertidur untuk beberapa puluh jam sebelum dievakuasi pihak tim SAR.

Editor: Amirullah
kolase Kompas.com dan Youtube metro tv news
TRAGEDI PONPES AMBRUK: Momen santri bernama Alfatih Cakra Buana (kanan) menceritakan momen saat terkubur reruntuhan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, selama 3 hari tertidur hingga bermimpi. 

SERAMBINEWS.COM - Kisah haru sekaligus menakjubkan datang dari reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Seorang santri bernama Alfatih Cakra Buana (14) berhasil selamat setelah tiga hari terjebak di bawah puing-puing bangunan yang ambruk pada Senin (29/9/2025) sore.

Yang membuat kisah ini semakin mengejutkan, Alfatih mengaku selama di dalam reruntuhan ia merasa hanya tertidur pulas dan bermimpi. Ia bahkan sempat merasa seperti berkeliling dengan mobil pickup, hingga bermimpi minum air melalui selang semua terasa begitu nyata.

Padahal, di dunia nyata, tubuhnya tertimpa pasir dan seng, yang justru melindungi posisinya dari hantaman puing besar.

Abdul Hannan orang tuanya merasa sangat beruntung karena anaknya itu diberikan usia oleh Yang Maha Kuasa.

Ungkapan syukur tak henti diucapkan Abdul Hannan, saat mengetahui anak keduanya Alfatih Cakra Buana selamat dari reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo. 

Mendengar cerita dalam mimpi Alfatih, Gubernur Jatim Khofifah sampai takjub.

Baca juga: Potensi Kebocoran Anggaran Haji Bisa Rp 5 Triliun, Ini Penjelasan Menhaj Gus Irfan

Bahkan ia merasa mendapat keajaiban karena rupanya Alfatih tertidur pulas selama berada di dalam puing reruntuhan sekitar tiga hari. 

Peristiwa ambruknya Musala itu terjadi pada Senin (29/9/2025) sore. Alfatih baru berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10/2025) sore. 

Jika dihitung Alfatih berada sekitar tiga hari di dalam puing reruntuhan bangunan. 

"Alhamdulillah, Alhamdulillah," ucap warga Bangkalan ini di RSUD Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). 

Pada saat dievakuasi, Alfatih tak mengalami luka serius, hanya lecet.

Dalam ceritanya, remaja 14 tahun itu merasa tidur. Ia bahkan tak mengingat pasti kejadian ini. 

Alfatih hanya mengingat bahwa sebelum gedung itu ambruk sempat terdengar suara gemuruh seperti gempa. 

Begitu gedung itu rubuh, Alfatih sempat berlari untuk keluar gedung. Namun ia tak berhasil dan pingsan. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved