Jumat, 12 Juni 2026

Konflik Palestina vs Israel

Hamas Siap Capai Kesepakatan Mengakhiri Perang dan Pertukaran Tahanan dengan Israel

Di sana, mereka akan mengikuti negosiasi tidak langsung dengan pihak Israel yang difasilitasi Mesir.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Telegram/Brigade Al-Qassam
BRIGADE AL-QASSAM - Foto ini diambil dari publikasi Telegram Brigade Al-Qassam (sayap militer gerakan Hamas) pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam membawa tulisan "Neraka Al-Maghazi" merujuk pada tewasnya 21 tentara Israel dalam serangan Al-Qassam pada Januari 2024. Pada Jumat (4/4/2025), pemimpin Hamas Hasan Farhat tewas dalam serangan Israel di Sidon, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO Hamas menyatakan siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan segera memulai proses pertukaran tahanan dengan Israel.

Pernyataan itu disampaikan seorang pejabat senior kelompok bersenjata Palestina tersebut pada Minggu (5/10/2025), saat para negosiator dari kedua pihak bersiap memulai perundingan di Mesir.

Menurut pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, delegasi Hamas berangkat dari Doha dan diperkirakan tiba di Kairo sebelum menuju Sharm el-Sheikh. 

Di sana, mereka akan mengikuti negosiasi tidak langsung dengan pihak Israel yang difasilitasi Mesir.

“Hamas sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan segera memulai proses pertukaran tahanan sesuai dengan kondisi lapangan,” ujarnya sebagaimana diberitakan AFP.

 “Pendudukan tidak boleh menghalangi implementasi rencana Presiden Trump. Jika pendudukan memiliki niat tulus untuk mencapai kesepakatan, Hamas siap,” imbuhnya.


 
Perundingan di Kairo ini menjadi tindak lanjut dari keputusan Hamas yang menyetujui peta jalan perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Proposal tersebut mencakup penghentian perang yang telah berlangsung hampir dua tahun di Jalur Gaza.

Baca juga: VIDEO Hamas Sibukkan Israel Dengan Serangan Roket Saat Global Sumud Terobos Gaza

Seorang sumber Palestina yang dekat dengan Hamas mengatakan kepada AFP bahwa kedua delegasi akan berada di gedung yang sama, tetapi jauh dari jangkauan media.

“Negosiasi ini bertujuan untuk membahas linimasa dan kondisi lapangan bagi pemindahan tawanan di Gaza sebagai langkah awal menuju pertukaran tahanan,” kata sumber itu.

Hamas juga menegaskan kepada para mediator bahwa Israel perlu menghentikan operasi militer di seluruh wilayah Gaza, termasuk aktivitas udara, pengintaian, dan penggunaan pesawat tanpa awak.

“Seiring dengan penghentian aktivitas militer Israel, Hamas dan faksi-faksi perlawanan juga akan menghentikan operasi militer mereka,” tambah sumber tersebut.

Selain itu, perundingan diperkirakan akan membahas peta penarikan pasukan Israel, termasuk rute dan linimasa yang akan disesuaikan dengan proses pertukaran tawanan.

Delegasi Hamas juga akan menyerahkan daftar tahanan Palestina yang diminta untuk dibebaskan Israel sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Berdasarkan rencana yang diusulkan oleh Presiden Trump, Israel diperkirakan akan membebaskan sekitar 250 tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman seumur hidup.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved