Kamis, 7 Mei 2026

Berita Luar Negeri

14 Entitas Bisnis Singapura Kenak Sanksi Amerika Gegara Terafiliasi dengan Mafia di Kamboja

Menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS, 17 badan hukum yang terdaftar di Singapura dikenai sanksi dalam tindakan keras tersebut.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
RFA/Prince Holding Group
Chen Zhi (kiri) berdiri bersama Perdana Menteri Kamboja saat itu, Hun Sen pada 20 Juli 2020. 

14 Entitas Bisnis Singapura Kenak Sanksi Amerika Gegara Terafiliasi dengan Mafia di Kamboja

SERAMBINEWS.COM – Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap 14 entitas bisnis perusahaan asal Singapura yang diduga terafiliasi dengan jaringan kriminal internasional Prince Group di Kamboja

Langkah ini merupakan bagian dari operasi besar Amerika Serikat (AS) dan Inggris dalam menindak jaringan kejahatan dunia maya yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara itu.

Tiga warga negara Singapura telah dikenai sanksi karena dugaan hubungan dengan Prince Group di Kamboja.

Menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS, 17 badan hukum yang terdaftar di Singapura dikenai sanksi dalam tindakan keras tersebut.

Kantor berita CAN melaporkan, 14 dari 17 perusahaan ini terdaftar di alamat yang sama di Singapura.

Pihak berwenang AS menyita sekitar USD 15 miliar dalam bitcoin terkait kasus tersebut.

Ini merupakan penyitaan terbesar dalam sejarah departemen tersebut.

Baca juga: Konglomerat Kamboja Dalang Dibalik Aksi Penipuan Mengerikan, Berasal dari China, AS Jatuhkan Sanksi

Tiga warga negara Singapura, Chen Xiuling, Alan Yeo Sin Huat dan Nigel Tang Wan Bao Nabil, dimasukkan dalam daftar hitam AS karena hubungan mereka dengan Chen Zhi, pemilik Prince Group.

Mereka yang ada dalam daftar tersebut dianggap menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.

Menurut Departemen Keuangan AS, Chen Xiuling (43), mengawasi perusahaan Prince Group di Mauritius, Taiwan (China), dan Singapura.

Catatan perusahaan Singapura menunjukkan Chen adalah direktur atau pemegang saham dari 14 perusahaan, termasuk perusahaan manajemen kapal pesiar mewah milik bos Chen Zhi.

Yeo Sin Huat (53), adalah asisten keuangan dan manajer aset bagi Chen Zhi, yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam daftar 17 entitas yang dikenai sanksi.

Chen Xiuling telah mengundurkan diri sebagai direktur independen platform streaming langsung 17Live Group di Taiwan (Tiongkok).

Kegiatan sebagian besar dari 17 entitas ini dinyatakan sebagai “jasa konsultasi manajemen” atau “kegiatan manajemen lainnya”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved