Berita Luar Negeri
14 Entitas Bisnis Singapura Kenak Sanksi Amerika Gegara Terafiliasi dengan Mafia di Kamboja
Menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS, 17 badan hukum yang terdaftar di Singapura dikenai sanksi dalam tindakan keras tersebut.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
14 Entitas Bisnis Singapura Kenak Sanksi Amerika Gegara Terafiliasi dengan Mafia di Kamboja
SERAMBINEWS.COM – Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap 14 entitas bisnis perusahaan asal Singapura yang diduga terafiliasi dengan jaringan kriminal internasional Prince Group di Kamboja.
Langkah ini merupakan bagian dari operasi besar Amerika Serikat (AS) dan Inggris dalam menindak jaringan kejahatan dunia maya yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara itu.
Tiga warga negara Singapura telah dikenai sanksi karena dugaan hubungan dengan Prince Group di Kamboja.
Menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS, 17 badan hukum yang terdaftar di Singapura dikenai sanksi dalam tindakan keras tersebut.
Kantor berita CAN melaporkan, 14 dari 17 perusahaan ini terdaftar di alamat yang sama di Singapura.
Pihak berwenang AS menyita sekitar USD 15 miliar dalam bitcoin terkait kasus tersebut.
Ini merupakan penyitaan terbesar dalam sejarah departemen tersebut.
Baca juga: Konglomerat Kamboja Dalang Dibalik Aksi Penipuan Mengerikan, Berasal dari China, AS Jatuhkan Sanksi
Tiga warga negara Singapura, Chen Xiuling, Alan Yeo Sin Huat dan Nigel Tang Wan Bao Nabil, dimasukkan dalam daftar hitam AS karena hubungan mereka dengan Chen Zhi, pemilik Prince Group.
Mereka yang ada dalam daftar tersebut dianggap menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.
Menurut Departemen Keuangan AS, Chen Xiuling (43), mengawasi perusahaan Prince Group di Mauritius, Taiwan (China), dan Singapura.
Catatan perusahaan Singapura menunjukkan Chen adalah direktur atau pemegang saham dari 14 perusahaan, termasuk perusahaan manajemen kapal pesiar mewah milik bos Chen Zhi.
Yeo Sin Huat (53), adalah asisten keuangan dan manajer aset bagi Chen Zhi, yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam daftar 17 entitas yang dikenai sanksi.
Chen Xiuling telah mengundurkan diri sebagai direktur independen platform streaming langsung 17Live Group di Taiwan (Tiongkok).
Kegiatan sebagian besar dari 17 entitas ini dinyatakan sebagai “jasa konsultasi manajemen” atau “kegiatan manajemen lainnya”.
| Pengakuan Trump Usai Penembakan: "Andai Tahu Jabatan Presiden Berbahaya, Saya Tidak Calonkan Diri" |
|
|---|
| Detik-Detik Presiden Trump Nyaris Jadi Sasaran Penembakan, Pelaku Serbu Ruang Dansa di Gedung Putih |
|
|---|
| Iran Gak Mau Berunding Lagi dengan AS: Tak Ada Kompromi untuk Tuntutan Sepihak Washington |
|
|---|
| 191 Tewas Selama 4 Hari Perayaan Festival Air ‘Songkran’di Thailand, 911 Orang Terluka |
|
|---|
| Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Chen-Zhi-berdiri-bersama-Perdana-Menteri-Kamboja-saat-itu-Hun-Sen-pada-20-Juli-2020.jpg)