Selasa, 21 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia Terus Anjlok! Ternyata Ini Penyebabnya

 Dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kabar positif terkait hubungan dagang antara AS dan Tiongkok.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
HARGA EMAS-Harga emas kembali melemah pada perdagangan Senin (27/10/2025). 

Harga Emas Dunia Terus Anjlok! Ternyata Ini Penyebabnya 
 

SERAMBINEWS.COM-Harga emas kembali melemah pada perdagangan Senin (27/10/2025).

 Dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kabar positif terkait hubungan dagang antara AS dan Tiongkok.

Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap emas sebagai aset aman atau safe haven ikut menurun.

Dilansir melalui kantor berita Reuters (27/10/2025), pada perdagangan pagi, tepatnya pukul 01.58 GMT, harga emas spot turun sebesar 0,7 persen menjadi 4.082,77 dolar AS per ons.

 Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember juga terkoreksi 1 persen menjadi 4.095,80 dolar AS per ons.

Baca juga: Anjlok! Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Waktunya Beli? 27 Oktober 2025 Dijual Segini

Penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari dua minggu terhadap yen Jepang menjadi salah satu faktor utama pelemahan emas.

Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang selain dolar, sehingga minat beli menurun.

Selain itu, perkembangan positif dalam hubungan dagang antara AS dan Tiongkok ikut mempengaruhi pasar.

Pada hari Minggu, pejabat ekonomi dari kedua negara disebut telah menyusun kerangka kesepakatan perdagangan yang akan dibahas langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir pekan.

Harapan tercapainya kesepakatan dagang ini memberikan sentimen positif untuk aset berisiko dan menekan harga emas.

Baca juga: Hari Ini Harga Emas di Abdya Bertahan, Cek Rinciannya per 26 Oktober 2025

Analis dari Capital.com, Kyle Rodda, menegaskan bahwa kabar ini memberikan kejutan positif bagi pasar secara keseluruhan.

Namun, ia juga menyebut bahwa potensi pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter ke depan masih dapat memberikan dukungan bagi harga emas apabila kondisi tersebut terus berlangsung.

Di sisi lain, investor kini fokus menunggu keputusan dari pertemuan bank sentral utama di akhir pekan ini.

The Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pertemuan hari Rabu mendatang.

Penurunan suku bunga biasanya menjadi angin segar bagi emas, karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi, sehingga menjadi lebih menarik ketika suku bunga rendah.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 Oktober 2025: UBS dan Galeri Melemah Lagi, Antam Stagnan

Sementara itu, kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, yakni ETF emas terbesar di dunia, tercatat turun 0,52 persen menjadi 1.046,93 ton pada hari Jumat dari sebelumnya 1.052,37 ton.

 Penurunan ini mengindikasikan adanya aliran keluar dana dari aset emas.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,3 persen menjadi 48,42 dolar AS per ons. Platinum sedikit menguat 0,1 persen ke level 1.607,24 dolar AS.

 Sedangkan paladium turun 0,2 persen menjadi 1.426,06 dolar AS per ons.

Dengan kondisi ekonomi global yang dinamis, pergerakan harga emas hingga akhir pekan akan sangat bergantung pada hasil pertemuan bank sentral dan perkembangan lanjutan kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok.

Baca juga: Ingin Investasi? Segini Harga Emas di Abdya Sabtu, 25 Oktober 2025

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved