Irfansyah Minta Operator Seluler Secepatnya Pulihkan Sistem Komunikasi di Aceh
Untuk mencegah hal yang sama kembali terulang di masa depan, ia meminta operator memperkuat sistem mitigasi bencana mengantisipasi pemadaman listrik.
Ringkasan Berita:
- Anggota DPRA Irfansyah meminta operator seluler segera memulihkan jaringan komunikasi yang terputus akibat pemadaman listrik dan memperkuat sistem mitigasi bencana.
- Ia menyoroti melemahnya baterai BTS, perlunya genset, panel surya, serta penetapan BTS strategis sebagai critical infrastructure.
- Selain itu, Irfansyah mendesak pemerintah bergerak cepat menangani dampak banjir, mengaktifkan posko terpadu, serta membangun akses darurat agar distribusi bantuan dapat segera terlaksana.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRA, Irfansyah atau akrab disapa Dek Fan, meminta operator seluler di Aceh segera memulihkan jaringan komunikasi yang terputus akibat pemadaman listrik.
Disamping itu, untuk mencegah hal yang sama kembali terulang di masa depan, ia juga meminta pihak operator memperkuat sistem mitigasi bencana menantisipasi pemadaman listrik.
Irfansyah mengatakan, hampir setiap kali listrik padam di Aceh, jaringan seluler ikut lumpuh.
Situasi ini semakin krusial ketika bencana banjir melanda sejumlah wilayah dan masyarakat kesulitan mencari informasi mengenai kondisi keluarga mereka.
“Ketika komunikasi putus, masyarakat jadi gelisah. Mereka tidak tahu harus mencari informasi ke mana tentang keluarga mereka di lokasi banjir,” ujar Dek Fan.
Menurutnya, operator memang telah menyiapkan baterai cadangan pada setiap Base Transceiver Station (BTS).
Namun, dugaan melemahnya banyak baterai menyebabkan BTS tidak mampu bertahan ketika listrik padam, sehingga sinyal langsung hilang.
Baca juga: Stok Telur, Kol, hingga Tomat Mulai Langka, Cabai Merah Rp 250 ribu/kg
Baca juga: Kapolda Aceh BKO 855 Personel ke Kawasan Banjir dan Longsor
Irfansyah meminta operator segera memperbarui baterai BTS dengan kapasitas lebih besar dan tahan lama.
Siapkan Genset dan Panel Surya
Selain itu, ia menilai penyediaan genset di BTS tertentu juga penting, terutama di titik prioritas seperti pusat kota, rumah sakit, BTS bertrafik tinggi, dan BTS di jalur utama.
“Jangan hanya mengandalkan baterai. Harus ada genset sebagai backup tambahan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan panel surya sebagai alternatif energi cadangan, yang diyakini dapat menopang layanan saat dua sumber energi lainnya gagal.
Irfansyah juga mengusulkan agar beberapa BTS strategis ditetapkan sebagai critical infrastructure, sehingga PLN wajib memprioritaskan suplai listrik ke lokasi tersebut saat kondisi darurat.
“Beberapa provinsi sudah menerapkan kebijakan ini. Aceh bisa mencontohnya,” tambahnya.
Gerak Cepat Bantu Korban
Di sisi lain, Irfansyah juga menyoroti kondisi banjir yang saat ini berdampak luas di Aceh, termasuk terputusnya akses jalan dan jembatan yang menghambat distribusi bantuan.
“Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Banyak daerah terputus karena jembatan putus dan jalan rusak, sehingga bantuan tidak bisa masuk dengan cepat,” ujarnya.
Baca juga: Update Banjir dan Longsor di Aceh: 35 Korban Meninggal Dunia, 25 Orang Hilang
Baca juga: Besok, Bantuan Medis dari Malaysia untuk Korban Banjir akan Tiba di Aceh
Bencana Banjir di Aceh
Sistem Komunikasi di Aceh Putus
Mitigasi Bencana Operator Seluler
Anggota DPRA Irfansyah
Aceh Darurat Banjir
| Ayah Wa Kepemimpinan Tanggap Darurat Bencana Banjir Aceh Utara |
|
|---|
| Anggota DPRA Irfansyah Tinjau Fungsional Jembatan Teupin Mane, Sebut Ini Hasil Kerja tanpa Henti |
|
|---|
| Anggota DPRA Minta OJK dan Lembaga Keuangan Terapkan Moratorium Kredit untuk Korban Banjir Aceh |
|
|---|
| Memahami Antrean Panjang Pengisian BBM di Banda Aceh |
|
|---|
| Nasir Djamil: Presiden Jangan Ragu Tetapkan Banjir di Aceh Sebagai Bencana Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Irfansyah-Bersama-Mualem.jpg)