Opini
Ayah Wa Kepemimpinan Tanggap Darurat Bencana Banjir Aceh Utara
Forkopimda Aceh Utara perpanjang status tanggap darurat banjir. Ayah Wa memimpin langsung di lapangan hadapi bencana terparah pasca dilantik
Oleh: Muntasir Ramli*)
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Utara menyepakati perpanjangan masa tanggap darurat bencana banjir selama sepekan, terhitung mulai 23 hingga 29 Desember 2025.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi penanganan bencana banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara. Serambinews (22/12/2025).
Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil atau sapaan populer Ayah Wa bersama Wakil Bupati Tarmizi Panyang dilantik oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Periode 2025-2030 setelah penetapan kemenangan oleh Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) Aceh Utara melawan kotak kosong dalam rapat paripurna DPRK Aceh Utara. Serambi Indonesia, 17/2/2025
Baca juga: Semua Pejabat Negara dan Eks Wapres Nyatakan Banjir di Aceh Utara Parah, Tapi Penanganannya Lamban
Siaga Bencana Banjir
Baru sembilan bulan, lima hari pasca pelantikan, Ayah Wa bersama wakilnya menerima ujian berat, kabupaten aceh utara terdiri dari 27 kecamatan dan 852 desa diguyur hujan dan sejumlah desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Baktiya, Baktiya Barat, Seuneddon, Muara Batu, Syamtalira Aron, Samudera, Langkahan diterjang banjir dan ratusan ribu warga ikut mengungsi.
Setelah berkeliling dan menembus beberapa desa untuk mengantarkan bantuan masa panik dimulai dari pagi sampai malam hari, Ayah Wa melihat langsung kondisi masyarakat serta dampak banjir bersama Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Dinas Sosial serta Kepala Organisasi Perangkat Daera (OPD).
Ayah Wa memerintahkan Camat dan OPD agar tidak meninggalkan tempat masing-masing dan siaga di lokasi, menyusul banjir meluas dan segera menyampaikan laporan dan berkoordinasi dengan BPBD serta Dinas Sosial, supaya penanganan bencana banjir lebih cepat. Kompas,(22/11/2025)
Tanggap Darurat Bencana Banjir
Mengutip dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bencana hidrometeorologi merupakan suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi) air (hidrologi) atau lautan (oseanografi). Bencana hidrometeorologi disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
Bencana banjir dan longsor sesungguhnya diperparah oleh akibat hancurnya sistem penyangga alami di kawasan hulu sungai, rusaknya tutupan hutan, hilangnya fungsi hidrologis berupa intercept hujan, kontrol erosi dan infiltrasi air.
Tanpa fungsi-fungsi itu, hujan lebat lebih cepat berubah jadi aliran deras yang membawa lumpur, kayu gelondongan, menerjang permukiman penduduk di dataran rendah. (Suryatmojo, 2025).
Hujan deras mengguyur wilayah aceh utara dan sekitarnya dalam tiga hari terakhir berturut, tepatnya sejak hari Jumat hingga Minggu (21-23/11/2025), menyebabkan banjir hidrometeorologi meluas, sebanyak 3.057 jiwa atau 2.070 Kepala Keluarga (KK) ikut mengungsi ke tempat pengungsian sementara dan sejumlah tempat lebih aman dari bencana banjir, seperti sekolah dan Menasah. Tribunnews, 23/11/2025
Melihat kondisi hujan semakin lebat dan dampak banjir semakin meluas akibat bencana hidrometeorologi, telah merusak infrastruktur serta merendam pemukiman penduduk, setelah berkeliling dari titik pengungsian di sejumlah kecamatan dan desa untuk mengantarkan bantuan logistik masa panik.
Forkopimda menggelar rapat darurat di Mapolres Aceh Utara, 26 November 2025. Berdasarkan hasil rapat tersebut Ayah Wa menetapkan status penanganan darurat bencana banjir aceh utara melalui Keputusan Bupati Nomor 360/845/2025 dan diberlakukan 14 (empat belas) hari 26 November hingga 10 Desember 2025.
Baca juga: Warga Pante Lhong Peusangan Pasrah, belum Tahu Kapan Lumpur Banjir Selesai Dibersihkan
Pimpin evakuasi penyelamat
Ayah Wa mengabarkan bahwa bencana banjir telah mengepung 14 (empat belas) kecamatan dari 7 (tujuh) Kecamatan sebelumnya dan telah terendam seluruh pemukiman warga serta meminta warga siaga bencana banjir agar menghindari tempat-tempat berpotensi bencana banjir dan longsor. Seperti, Daerah Aliran Sungai (DAS) supaya dapat terhindar dari jatuhnya korban jiwa.
Melihat dampak banjir semakin meluas Ayah Wa, meminta bantuan Gubernur Aceh di Provinsi dan Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto di pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera mengirim bantuan dan tepatnya pada hari Senin, 26 November 2025 sebanyak 27 kecamatan di Aceh Utara dikepung banjir, hampir 90 persen wilayah lumpuh total diperparah dengan pemadaman listrik serta saluran komunikasi blackout (pemadaman total)
Memimpin dari lapangan
Dari lapangan Ayah Wa menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretasris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Jamaluddin, M.Pd agar segera melaksanakan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak dari Posko Induk Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, mengingat hanya kota Lhokseumawe dan Banda Aceh pada saat itu yang tersambung saluran komunikasi dan tersedia supply listrik di Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muntasir-Ramli-Juru-Bicara-Pemerintah-Aceh-Utara.jpg)