Pojok Humam Hamid
19 Tahun Partai Aceh: Apa Beda Berontak, Damai, atau Memerintah?
Pendirian Partai Aceh bukan sekadar transformasi struktural-dari senjata ke suara-tetapi ujian apakah integritas moral dapat bertahan...
Tayang:
Editor:
Subur Dani
Serambinews.com
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul 37 Tahun Serambi Indonesia: Apakah Obituari Itu Sudah Perlu Ditulis?, https://aceh.tribunnews.com/opini/1011853/37-tahun-serambi-indonesia-apakah-obituari-itu-sudah-perlu-ditulis.
Keduanya adalah proses berkelanjutan yang selalu menuntut refleksi moral. Jika prinsip ini diabaikan, dominasi baru lahir dari amnesia moral; jika prinsip ini dijaga, kekuasaan dapat menjadi sarana untuk menegakkan martabat manusia dan membangun Aceh yang bermartabat, adil, dan berkelanjutan.(*)
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.
Tags
Eksklusif
Meaningful
Saksikata
Partai Aceh
GAM
Opini
opini serambi
opini serambinews
Humam Hamid
pojok humam hamid
Berita Terkait: #Pojok Humam Hamid
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/HUMAM-HAMID-19022026.jpg)