Kamis, 16 April 2026

Pojok Humam Hamid

“Triple Hit” Ekonomi Indonesia: Akankah Kejadian Mei 98 Terulang?

Kita ingat Mei 1998. Rupiah jatuh, lapangan kerja hilang, harga meroket-demonstrasi pecah, pemerintahan hancur, dan akhirnya rezim Soeharto runtuh

Serambinews.com
Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Foto direkam pada acara program Apit Awe, di studio Serambinews.com, Februari 2026. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

Indonesia kini berada di persimpangan yang menegangkan. 

Tahun 2026 bukan hanya soal angka pertumbuhan atau defisit APBN - ini adalah momen di mana ekonomi dan politik bertabrakan dengan cara yang bisa menyalakan api sosial. 

Tiga guncangan besar menghantam bersamaan: perlambatan ekonomi China, krisis energi global akibat konflik di Iran, dan kerentanan domestik yang menekan ruang fiskal pemerintah. 

Jika dilihat sekilas, tampaknya normal-normal saja - sedikit perlambatan, inflasi naik, defisit melebar. 

Tetapi sejarah menjerit - tekanan simultan semacam ini adalah resep untuk turbulensi sosial-politik yang nyata.

Cina, mesin pertumbuhan global, sedang tersendat. 

Proyeksi pertumbuhan 4,5-5 persen pada 2026 adalah yang terendah dalam tiga dekade yang telah diumumkan oleh pemerintah Cina baru baru ini. 

Untuk Indonesia, yang menggantungkan diri pada ekspor batu bara, nikel, dan minyak sawit, ini bukan sekadar statistik - ini adalah pukulan ke dompet jutaan keluarga. 

Lapangan kerja terguncang, industri melambat, dan kecemasan sosial meningkat.

Sementara itu, krisis energi di Selat Hormuz menyalakan bara lain. 

Jalur itu membawa 21 persen pasokan minyak dunia. 

Harga minyak bisa menembus US$120 per barel, menambah beban subsidi energi pemerintah. 

Rupiah melemah ke Rp 17.000 per dolar AS, biaya impor melonjak, bunga utang membengkak, inflasi pangan dan energi menghancam daya beli rakyat. 

Tidak butuh waktu lama bagi ketidakpuasan ini berubah menjadi gelombang sosial.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved