Pojok Humam Hamid
“Triple Hit” Ekonomi Indonesia: Akankah Kejadian Mei 98 Terulang?
Kita ingat Mei 1998. Rupiah jatuh, lapangan kerja hilang, harga meroket-demonstrasi pecah, pemerintahan hancur, dan akhirnya rezim Soeharto runtuh
Oleh: Ahmad Humam Hamid*)
Indonesia kini berada di persimpangan yang menegangkan.
Tahun 2026 bukan hanya soal angka pertumbuhan atau defisit APBN - ini adalah momen di mana ekonomi dan politik bertabrakan dengan cara yang bisa menyalakan api sosial.
Tiga guncangan besar menghantam bersamaan: perlambatan ekonomi China, krisis energi global akibat konflik di Iran, dan kerentanan domestik yang menekan ruang fiskal pemerintah.
Jika dilihat sekilas, tampaknya normal-normal saja - sedikit perlambatan, inflasi naik, defisit melebar.
Tetapi sejarah menjerit - tekanan simultan semacam ini adalah resep untuk turbulensi sosial-politik yang nyata.
Cina, mesin pertumbuhan global, sedang tersendat.
Proyeksi pertumbuhan 4,5-5 persen pada 2026 adalah yang terendah dalam tiga dekade yang telah diumumkan oleh pemerintah Cina baru baru ini.
Untuk Indonesia, yang menggantungkan diri pada ekspor batu bara, nikel, dan minyak sawit, ini bukan sekadar statistik - ini adalah pukulan ke dompet jutaan keluarga.
Lapangan kerja terguncang, industri melambat, dan kecemasan sosial meningkat.
Sementara itu, krisis energi di Selat Hormuz menyalakan bara lain.
Jalur itu membawa 21 persen pasokan minyak dunia.
Harga minyak bisa menembus US$120 per barel, menambah beban subsidi energi pemerintah.
Rupiah melemah ke Rp 17.000 per dolar AS, biaya impor melonjak, bunga utang membengkak, inflasi pangan dan energi menghancam daya beli rakyat.
Tidak butuh waktu lama bagi ketidakpuasan ini berubah menjadi gelombang sosial.
pojok humam hamid
Ekonomi Indonesia
Krisis Moneter
Mei 1998
Reformasi 21 Mei 1998
Serambinews.com
Serambi Indonesia
Eksklusif
multiangle
Meaningful
| Skenario Akhir Trump: Tumpulnya Strategi Bisnis Dalam Perang Iran |
|
|---|
| Aturan Baru Komdigi: Kenapa Semua Orang Tua Harus Senang? |
|
|---|
| Akankah Darurat Energi Menjadi Kiamat Energi Bagi Asia dan Indonesia? |
|
|---|
| Strategi Leher Botol - Choke Point: Thermopylae, Gallipoli, Ukraina, dan Hormuz |
|
|---|
| Prabowo, Mualem, Tito, dan Kontemplasi Idul Fitri: “Panadol” dan “Normal Baru” Bencana Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Humam-Hamid-Apit-awe.jpg)