Kupi Beungoh
Rumput, Angin dan Cerita dari Savana Indrapuri
Hamparan rumput hijau membentang sejauh mata memandang. Angin bertiup kencang, menggerakkan rumput-rumput yang terlihat seperti...
Oleh:
Silvia Andriani, Mahasiswi Bahasa Indonesia USK
SERAMBINEWS.COM - Hamparan rumput hijau membentang sejauh mata memandang. Angin bertiup kencang, menggerakkan rumput-rumput yang terlihat seperti ombak kecil di tengah daratan.Tempat itulah yang akhirnya membawa saya untuk menghabiskan libur singkat. Pemandangan seperti ini mungkin lebih sering ditemukan dalam dokumenter alam atau kawasan savana di luar negeri. Namun siapa sangka, suasana serupa ternyata dapat ditemukan di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.
Savana Indrapuri berada di kawasan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri. Awalnya kawasan ini bukanlah destinasi wisata, melainkan area peternakan dan pembibitan ternak yang dikelola pemerintah. Namun, keindahan bentang alamnya yang unik membuat tempat ini perlahan dikenal luas oleh masyarakat, terutama setelah banyak foto dan video pengunjung beredar di media sosial.
Berbeda dengan tempat wisata pada umumnya, pengunjung yang ingin memasuki kawasan ini harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui website resmi pengelola. Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kawasan tetap tertib serta mengontrol jumlah pengunjung yang datang setiap harinya.
Perjalanan menuju lokasi memerlukan waktu sekitar empat puluh menit dari Banda Aceh menuju kawasan Indrapuri. Setelah melewati jalan utama, perjalanan dilanjutkan melalui jalan yang masuk lebih jauh ke kawasan peternakan. Di beberapa titik, kondisi jalannya cukup rusak karena tidak semua beraspal. Namun, rasa lelah selama perjalanan perlahan terbayar ketika hamparan savana mulai terlihat di depan mata.
Sesampainya di lokasi, suasana yang tersaji tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lihat di media sosial. Padang rumput hijau terbentang luas tanpa banyak bangunan yang menghalangi pandangan. Angin bertiup cukup kencang dan menghadirkan udara yang terasa lebih sejuk dibandingkan kawasan perkotaan. Sesekali terdengar suara lembu dari kejauhan, menambah kesan alami yang menjadi ciri khas tempat ini.
Salah satu daya tarik utama Savana Indrapuri adalah suasananya yang tenang. Pengunjung dapat berjalan santai di antara hamparan rumput, menikmati pemandangan, atau mengabadikan momen melalui foto dan video. Hampir setiap sudut menawarkan latar yang menarik untuk difoto. Tidak heran jika kawasan ini sering menjadi tujuan para pecinta fotografi maupun anak muda yang ingin mencari suasana berbeda dari hiruk-pikuk kota.
Baca juga: BPTU-HPT Keluarkan Aturan Kunjungan ke ‘Savana Indrapuri’, Jumlah Orang dan Waktu Kunjungan Dibatasi
Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga menunjukkan bagaimana fungsi peternakan dan wisata dapat berjalan berdampingan. Area pengunjung dipisahkan dari kawasan ternak sehingga aktivitas wisata tidak mengganggu lembu yang menjadi bagian dari sistem pembibitan di lokasi tersebut.
Menjelang siang, matahari mulai meninggi dan suhu udara perlahan terasa lebih hangat. Sebelum meninggalkan lokasi, saya sempat berdiri beberapa saat memandangi hamparan rumput yang bergoyang diterpa angin. Ada ketenangan yang sulit ditemukan dalam rutinitas sehari-hari. Savana Indrapuri mungkin bukan destinasi wisata yang mewah, tetapi justru kesederhanaannya menjadi daya tarik utama.
Perjalanan ke tempat ini mengingatkan saya bahwa keindahan tidak selalu harus dicari jauh-jauh. Di tengah kawasan peternakan yang sederhana, tersimpan bentang alam yang mampu menghadirkan rasa tenang dan kagum dalam waktu yang bersamaan. Dari rumput yang menari mengikuti arah angin hingga langit luas tanpa batas, Savana Indrapuri menawarkan pengalaman yang membuat siapa pun ingin berhenti sejenak dan menikmati alam apa adanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Savana-Indrapuri-di-kawasan-Balai-Pembibitan-Ternak-Unggul-dan-Hijauan-Pakan-Ternak.jpg)