Sabtu, 6 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Derita Sunyi Anak Gaza Tercabik Luka: Ketika Anak Palestina Kehilangan Kemampuan Berbicara

Bagi sebagian orang, kehilangan kemampuan berbicara mungkin hanya dipahami sebagai gangguan psikologis.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
Sarah Ainun, Perawat di RSJ Aceh 

Padahal Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan.

Palestina adalah persoalan umat yang menyangkut kehormatan, keamanan, dan keselamatan kaum Muslimin.

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan betapa umat Islam hari ini kehilangan institusi politik yang dahulu berfungsi sebagai perisai pelindung mereka.

Selama berabad-abad, wilayah-wilayah kaum Muslimin berada di bawah satu kepemimpinan yang memiliki kekuatan untuk melindungi rakyatnya dari ancaman luar. 

Ketika institusi itu runtuh, umat Islam tercerai-berai ke dalam puluhan negara bangsa yang masing-masing lebih sibuk mengurus kepentingan nasionalnya sendiri daripada memperjuangkan kepentingan umat secara keseluruhan.

Akibatnya, ketika Palestina diserang, tidak ada kekuatan politik umat yang benar-benar mampu bertindak secara efektif untuk menghentikan agresi tersebut.

Yang muncul hanyalah kecaman, pernyataan belasungkawa, dan bantuan kemanusiaan yang sering kali terhambat oleh berbagai kepentingan politik internasional.

Karena itu, derita anak-anak Gaza tidak boleh berhenti pada narasi simpati dan empati semata.

Dunia memang perlu membantu proses pemulihan trauma mereka.

Namun terapi psikologis tidak akan pernah cukup selama akar penderitaan masih dibiarkan tumbuh. 

Anak-anak Gaza tidak hanya membutuhkan konselor dan psikoterapis.

Mereka membutuhkan keamanan, kemerdekaan, dan masa depan yang terbebas dari penjajahan.

Pembebasan Palestina menjadi kebutuhan mendesak untuk mengakhiri siklus penderitaan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Selama penjajahan masih bercokol, selama agresi masih berlangsung, selama rakyat Palestina masih hidup dalam ketakutan setiap hari, maka luka-luka baru akan terus lahir, dan anak-anak lain akan menyusul kehilangan suara mereka.

Dalam pandangan Islam, kezaliman tidak boleh dibiarkan berlangsung tanpa perlawanan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved