Rabu, 17 Juni 2026

Dek Gam dan Makna Dibalik Jargon "Abeh Ube Abeh"

Karena itu, kehadiran kader-kader muda dalam PAN Aceh dapat menjadi modal besar untuk menjawab tantangan tersebut.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
For Serambinews.com
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad, SPd, MPd 

Oleh: Musriadi Aswad*)

Politik selalu membutuhkan harapan. Di tengah dinamika politik Aceh yang semakin kompetitif, harapan itu kini sedang dibangun oleh Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh melalui kepemimpinan Nazaruddin Dek Gam. Target yang dicanangkan bukan target biasa. PAN Aceh ingin masuk tiga besar pada Pemilu 2029. Sebuah target yang ambisius, namun bukan sesuatu yang mustahil apabila dilihat dari semangat, konsolidasi organisasi, dan energi baru yang sedang dibangun saat ini.

Momentum pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Aceh beberapa waktu lalu menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan partai tersebut. Kehadiran Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, memberikan pesan yang sangat jelas kepada seluruh kader. Ia tidak menginginkan PAN Aceh berjalan setengah hati. Target tiga besar harus diperjuangkan dengan penuh keyakinan dan totalitas.

Pernyataan Zulkifli Hasan yang menyebut Dek Gam sebagai seorang petarung menarik untuk dicermati. Menurutnya, Dek Gam memiliki karakter yang sama dengannya, yakni berani bertarung dan mengeluarkan seluruh kemampuan untuk mencapai tujuan. Dalam bahasa yang sangat dekat dengan masyarakat Aceh, semangat itu diterjemahkan dalam slogan “Abeh Ube Abeh” atau habis-habisan.

Slogan tersebut sesungguhnya bukan sekadar jargon politik. Ia merupakan refleksi dari karakter perjuangan yang menghendaki kerja keras tanpa batas, pengorbanan, dan komitmen penuh terhadap cita-cita organisasi. Dalam dunia politik yang penuh persaingan, setengah langkah sering kali tidak cukup. Dibutuhkan keberanian untuk bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, dan hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Dek Gam tampaknya memahami betul pesan tersebut. Sejak dipercaya memimpin PAN Aceh, ia menunjukkan keinginan kuat untuk menghidupkan kembali kejayaan PAN di Tanah Rencong. Kejayaan yang dimaksud bukan sekadar penambahan kursi legislatif, tetapi juga mengembalikan PAN sebagai salah satu kekuatan politik utama yang mampu memengaruhi arah pembangunan Aceh.

Jika menoleh ke belakang, PAN pernah memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta politik Aceh. Partai ini pernah menjadi bagian penting dari dinamika pemerintahan daerah dan memiliki representasi kuat di tingkat nasional melalui anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh. Pengalaman sejarah tersebut menjadi bukti bahwa PAN memiliki modal politik yang cukup kuat untuk kembali bangkit.

Namun politik tidak pernah hidup dari romantisme masa lalu. Keberhasilan masa lalu hanya akan menjadi cerita apabila tidak diikuti dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Di sinilah salah satu kekuatan utama PAN Aceh saat ini terlihat.

Dek Gam menyebut bahwa sekitar 80 persen kepengurusan PAN Aceh diisi oleh wajah-wajah baru. Komposisi tersebut menunjukkan keberanian melakukan regenerasi secara besar-besaran. Regenerasi bukan hanya soal pergantian orang, tetapi juga pergantian cara berpikir, cara bekerja, dan cara membangun komunikasi politik dengan masyarakat.

Kehadiran generasi muda dalam struktur partai memberikan harapan baru. Mereka tumbuh di era digital, memahami perubahan perilaku pemilih, serta memiliki kemampuan membangun komunikasi yang lebih cepat dan efektif. Dalam konteks Pemilu 2029, keberadaan generasi muda menjadi sangat penting karena pemilih milenial dan generasi Z masih akan menjadi kelompok pemilih dominan.

Politik masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan baliho, spanduk, atau rapat umum. Politik masa depan juga ditentukan oleh kemampuan membangun narasi, menciptakan kepercayaan, serta menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kehadiran kader-kader muda dalam PAN Aceh dapat menjadi modal besar untuk menjawab tantangan tersebut.

Optimisme terhadap masa depan PAN Aceh juga menemukan momentumnya dalam pidato politik yang disampaikan Dek Gam pada pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN se-Aceh di Balai Meuseuraya Aceh. Pidato tersebut bukan sekadar rangkaian kata-kata seremonial, melainkan sebuah orasi politik yang sarat pesan, energi, dan motivasi.

Disampaikan tanpa teks, pidato itu mengalir dengan penuh keyakinan dan menunjukkan penguasaan materi yang kuat. Setiap gagasan yang disampaikan terasa hidup, komunikatif, dan mampu membangun kedekatan emosional dengan para kader serta simpatisan yang hadir. Tidak mengherankan jika beberapa kali pidatonya disambut tepuk tangan meriah dari peserta yang memadati arena pelantikan.

Dalam pidatonya, Dek Gam tidak hanya berbicara tentang target politik, tetapi juga membangun optimisme kolektif bahwa PAN Aceh memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kekuatan utama di Tanah Rencong. Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika ia menegaskan semangat pantang menyerah yang menjadi karakter masyarakat Aceh. Semangat itulah yang kemudian dirangkum dalam ungkapan “Abeh Ube Abeh”, sebuah filosofi perjuangan yang mengajak seluruh kader untuk bekerja secara total demi mencapai tujuan bersama.

Hal lain yang patut diapresiasi adalah kemampuannya menggunakan analogi sepak bola dalam menjelaskan strategi politik. Sebagai sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga, Dek Gam mampu menerjemahkan konsep politik yang kompleks menjadi mudah dipahami. Ia menjelaskan bahwa dalam politik, sebagaimana dalam sepak bola, setiap pemain harus mengetahui kapan saatnya menyerang dan kapan saatnya bertahan. Strategi, disiplin, kerja sama tim, dan kemampuan membaca situasi menjadi faktor utama untuk meraih kemenangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved