Senin, 1 Juni 2026

Ramadhan 2026

Kutamaan Shalat Tarawih Malam Ke-2 Ramadhan: Orang Tuanya Mendapat Ampunan Allah SWT

Orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-2 Ramadhan akan diampuni dosanya, serta diampuni pula dosa kedua orang tuanya.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
SHALAT TARAWIH - Inilah keutamaan yang didapatkan bagi orang-orang yang mengerjakan shalat tarawih pada malam ke-2 Ramadhan 1447 H/2026. 

Adapun terkait ampunan bagi orang tua, para ulama menjelaskan bahwa doa anak saleh merupakan salah satu amal yang terus mengalir pahalanya. 

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ketika seorang manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya adalah doa anak yang saleh untuknya.

"Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, atau (3) anak saleh yang mendoakan orang tuanya'" (HR Muslim No. 1631)

Pesan ini mengandung nilai pendidikan spiritual yang kuat, yakni pentingnya birrul walidain (berbakti kepada orang tua) bahkan melalui doa dan ibadah seorang anak.

Niat Shalat Tarawih

Shalat tarawih dikerjakan setelah shalat Isya hingga waktu fajar (sebelum shalat subuh).

Shalat sunnah ini bisa dikerjakan secara munfarid atau sendirian tanpa imam, bisa juga dikerjakan secara berjamaah.

Dalam pelaksanaannya, ada yang melaksanakan shalat tarawih sebanyak 8 rakaat, namun ada juga yang mengerjakan sebanyak 20 rakaat.

1. Niat shalat tarawih secara sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

2. Niat shalat tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَ

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved