Kamis, 16 April 2026

Ramadhan 2026

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-6 Ramadhan: Batu dan Tanah Meminta Ampunan Untuknya

Bahkan hal itu diibaratkan seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur, serta mendapat doa dan permohonan ampun dari seluruh makhluk. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
Berikut fadhillah atau keutamaan Shalat Tarawih malam ke-6 Ramadhan 1447 H/2026. 

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-6 Ramadhan: Batu dan Tanah Meminta Ampunan Untuknya

SERAMBINEWS.COM - Berikut fadhillah atau keutamaan Shalat Tarawih malam ke-6 Ramadhan 1447 H/2026.

Malam ini, Senin (23/2/2026) umat Islam di Indonesia akan melaksanakan shalat Tarawih malam ke-6 Ramadhan 1447 H.

Dalam Kitab Durratun Nashihin karya Syekh Al-Khaubawi dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-6 Ramadhan akan memperoleh pahala yang sangat besar.

Bahkan hal itu diibaratkan seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur, serta mendapat doa dan permohonan ampun dari seluruh makhluk. 

Hal ini sebagaimana dikutip dalam kitab Durratun Nashihin:

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدْرٍ   

Artinya: Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanahpun memintakan ampunan untuknya.  

Baitul Makmur adalah rumah ibadah di langit ketujuh yang menjadi tempat para malaikat bertawaf. 

Hal ini dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Muhammad ketika peristiwa Isra’ Mi’raj:

Rasulullah SAW bersabda: “Kemudian diperlihatkan kepadaku Baitul Makmur. Setiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi setelah mereka keluar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan tercantum dalam Sahih Bukhari serta Sahih Muslim.

Maknanya, jika seseorang bersungguh-sungguh dalam ibadah malam Ramadhan, maka ia mendapatkan pahala besar, dianalogikan seperti ibadah para malaikat yang senantiasa taat tanpa maksiat.

Kemudian, ungkapan bahwa batu dan tanah memintakan ampun menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba yang taat. 

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an: 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved