Senin, 1 Juni 2026

Ramadhan 2026

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-25 Ramadhan: Dihilangkannya Siksa Kubur Untuk Dirinya

Ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan pada bulan Ramadhan dapat menjadi sebab keselamatan seorang hamba di alam barzakh.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
Sujud saat shalat. Berikut fadhillah atau keutamaan Shalat Tarawih malam ke-25 Ramadhan 1447 H/2026. 

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Beliau sering berdoa memohon perlindungan dari siksa kubur. 

Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kubur itu adalah taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa keadaan seseorang di alam kubur sangat bergantung pada amal yang ia lakukan selama hidup di dunia. 

Oleh karena itu, menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih, qiyamullail, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak istighfar merupakan salah satu jalan untuk memperoleh rahmat dan perlindungan dari Allah.

Dengan demikian, malam ke-25 Ramadhan menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal saleh. 

Melalui shalat tarawih yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, seorang hamba berharap memperoleh ampunan dan perlindungan dari Allah, sehingga ia diselamatkan dari siksa kubur dan mendapatkan ketenangan dalam kehidupan setelah kematian.

Niat Shalat Tarawih

Shalat tarawih dikerjakan setelah shalat Isya hingga waktu fajar (sebelum shalat subuh).

Shalat sunnah ini bisa dikerjakan secara munfarid atau sendirian tanpa imam, bisa juga dikerjakan secara berjamaah.

Dalam pelaksanaannya, ada yang melaksanakan shalat tarawih sebanyak 8 rakaat, namun ada juga yang mengerjakan sebanyak 20 rakaat.

1. Niat shalat tarawih secara sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

2. Niat shalat tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَ

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved