Selasa, 21 April 2026

Selebriti

Begini Kata Tantri Kotak dan Arda Soal Pemulihan Bencana di Aceh dan Sumatra

Musisi Tantri Syalindri atau Tantri Kotak dan suaminya, Hatna Danarda menegaskan bahwa penanganan bencana

Editor: Nur Nihayati
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri. 

Ringkasan Berita:
  • Musisi Tantri Syalindri atau Tantri Kotak dan suaminya, Hatna Danarda menegaskan bahwa penanganan bencana butuh waktu.
  • Fase pemulihan justru membutuhkan perhatian dan dukungan jangka panjang dari berbagai pihak.
  • Tantri mengungkapkan, saat awal mengetahui bencana di Sumatra, ia dan Arda sempat menghubungi kerabat yang berada di lokasi terdampak.

 

SERAMBINEWS.COM - Musibah banjir telah melanda Aceh dan Sumatera sebagian pada 26 November 2025.

Hal ini masih menyisakan rasa trauma mendalam bagi korban bencana tersebut.

Kepedihan korban ikut memantik simpatik rasa kemanusiaan dari sesama insan lainnya.

Adalah Tantri seorang penyanyi tergabung dalam grup bank Kotak juga menyiratkan rasa sedih atas musibah ini.

Di sisi lain ia mengatakan ada waktu memulihkan suasana pascabencana.

Musisi Tantri Syalindri atau Tantri Kotak dan suaminya, Hatna Danarda menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada hari kejadian semata. 

Hal itu merujuk kepada wilayah Sumatera yang belum lama ini terkena bencana.

Menurut mereka, fase pemulihan justru membutuhkan perhatian dan dukungan jangka panjang dari berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Tantri dan Arda usai tampil dalam konser amal Gitaris untuk Negeri, Donasi untuk Pemulihan Sumatra yang digelar Kompas Gramedia di Gedung Kompas TV, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026) malam.

 “Yang namanya kejadian itu kan nggak hanya ngomongin saat itu, tapi pemulihannya yang benar-benar justru butuh support dari banyak orang,” ujar Tantri.

Tantri mengungkapkan, saat awal mengetahui bencana di Sumatra, ia dan Arda sempat menghubungi kerabat yang berada di lokasi terdampak.

Kondisi di lapangan disebut jauh lebih parah dibandingkan yang terlihat di media sosial.

“Kita kaget dan sedih banget. Bahkan ada wilayah yang sulit dijangkau, akses komunikasi terputus, dan korban yang terus bertambah beberapa hari setelah kejadian,” kata Tantri.

Menurut Tantri, perhatian publik sering kali besar di awal bencana, namun perlahan menurun seiring berjalannya waktu. Padahal, kebutuhan para korban justru meningkat pada fase pemulihan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved