Selasa, 14 April 2026

Selebriti

Denada Buka Suara soal Sosok Ayah Kandung Ressa Rizky dan Keputusan Menitipkan Anaknya

Dalam penuturannya, Denada menyebut sejak awal ia tidak menaruh harapan besar pada ayah kandung Ressa.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa/Kolase foto GridID/youtube Denny Sumargo
PENGAKUAN ANAK - Ressa Rizky Rossano ingin diakui anak oleh Denada. Tidak ingin uangnya. Tampak Ressa bersama Tante Denada yang mengasuhnya sejak kecil 

Ringkasan Berita:
  • Penyanyi Denada Tambunan akhirnya membeberkan cerita soal ayah kandung putrinya, Ressa Rizky Rossano, untuk pertama kalinya di hadapan publik.
  • Denada menegaskan bahwa sejak kehamilan, ia tidak pernah berniat meninggalkan Ressa.
  • Dalam penuturannya, Denada menyebut sejak awal ia tidak menaruh harapan besar pada ayah kandung Ressa.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Penyanyi Denada Tambunan akhirnya membeberkan cerita soal ayah kandung putrinya, Ressa Rizky Rossano, untuk pertama kalinya di hadapan publik.

Pernyataan itu disampaikan melalui kanal YouTube Feni Rose Official, Selasa (16/3/2026).

Denada menegaskan bahwa sejak kehamilan, ia tidak pernah berniat meninggalkan Ressa.

“Ressa itu tidak dibuang. Aku mengandung dan melahirkan dia dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Ayah Kandung Ressa Tidak Terlibat

Dalam penuturannya, Denada menyebut sejak awal ia tidak menaruh harapan besar pada ayah kandung Ressa.

Menurutnya, keputusan pihak laki-laki untuk tidak terlibat dalam tanggung jawab sebagai orang tua adalah pilihan mereka sendiri.

Meski demikian, Denada memilih untuk tidak menyalahkan siapa pun.

“Aku enggak menyalahkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, dirinya tetap memutuskan untuk mempertahankan kehamilan dan melahirkan Ressa, meski harus menghadapi segala risiko sendiri.

Baca juga: Terungkap Penyebab Denada ‘Telantarkan’ Anak, Kini Minta Maaf ke Ressa

Tekanan Sosial dan Tantangan Masa Lalu

Denada mengaku menghadapi stigma sosial yang kuat terhadap kehamilan di luar nikah pada masa itu.

Ia membandingkan dengan kondisi sekarang yang lebih terbuka.

“Sekarang masyarakat mungkin lebih permisif. Tapi puluhan tahun lalu, situasinya sangat berbeda,” katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved