Kamis, 16 April 2026

Persiraja

Laga Klasik Sumatera , Persiraja vs PSMS Medan akan Dipimpin Wasit Asing

Karena hampir tidak ada pertandingan kompetisi kasta kedua yang dipimpin oleh wasit asing pada musim ini.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Instagram/@persiraja
Laga Klasik Sumatera , Persiraja vs PSMS Medan akan Dipimpin Wasit Asing. FOTO Pemain Persiraja Banda Aceh, Fitra Ridwan dan Connor Flynn melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persikad Depok. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pertandingan klasik antara dua klub tertua di Sumatera, mempertemukan Persiraja Banda Aceh melawan PSMS Medan akan tersaji pada Minggu (18/1/2026) malam di Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.

Pertandingan ini akan sarat gengsi, harga diri dan marwah dua daerah yang bertetangga.

Selama ini, PSMS Medan maupun Persiraja kerap dilabel sebagai “King Sumatera”.

Karena dalam beberapa tahun terakhir keduanya menjadi klub asal Sumatera dengan kiprah cukup baik di Liga Indonesia dan memiliki rivalitas tinggi.

Karena itu laga ini menjadi ajang pembuktian siapa yang layak menyandang status raja sepak bola Sumatera.

Pihak PT Liga Indonesia Baru menyadari laga Persiraja melawan PSMS Medan selalu berlangsung dengan tensi tinggi, baik di dalam lapangan maupun di tribun penonton. Oleh sebab itu PT LIB menunjuk wasit asing untuk memimpin pertandingan ini.

Penggunaan wasit asing di kasta kedua, atau Liga Championship bukanlah hal yang lazim. 

Karena hampir tidak ada pertandingan kompetisi kasta kedua yang dipimpin oleh wasit asing pada musim ini.

Media Officer Persiraja, Ariful Usman membenarkan pertandingan melawan PSMS Medan akan dipimpin wasit asing

Hal itu dilakukan karena laga tersebut dikenal panas dan penuh tensi.

“Dalam match meeting tadi disebutkan pertandingan akan dipimpin oleh wasit asing, meski belum disebutkan identitas wasit serta asal negaranya,” ujar Ariful.

Duel Persiraja kontra PSMS juga dikenal sebagai El Clasico Sumatera, karena para pemain akan tampil dengan tensi tinggi demi menjaga marwah masing-masing klub.

Atmosfer persaingan tidak hanya terasa di lapangan, tetapi juga merembet ke tribun penonton bahkan jauh hari sebelum laga digelar. 

Psywar dari pendukung lawan kerap diberikan. Pada pertemuan pertama, Persiraja mendapat tekanan psikologis dari pendukung Ayam Kinantan saat bermain di Stadion Utama Sumatera Utara beberapa bulan lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved