Kajian Islam
Belum Mandi Suci Setelah Haid, Bolehkah Beraktivitas? Ini Penjelasan Buya Yahya
“Tidak masalah kalau mau jalan-jalan dulu, ke pasar dulu, keliling dulu. Kenapa? Karena belum melakukan salat,” jelasnya.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM - Banyak wanita masih merasa ragu dan bingung ketika darah haid telah berhenti, namun belum sempat mandi wajib.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah boleh bepergian atau beraktivitas di luar rumah sebelum mandi suci? Lantas, kapan waktu terbaik untuk mandi suci setelah haid?
Menanggapi hal tersebut, Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan penjelasan yang menenangkan sekaligus meluruskan pemahaman yang selama ini kerap keliru di masyarakat.
Buya Yahya menjelaskan bahwa mandi wajib tidak otomatis harus dilakukan tepat saat haid berhenti, kecuali jika seseorang hendak melakukan ibadah yang mensyaratkan kondisi suci.
“Wajib mandinya itu ketika seseorang akan melakukan sesuatu yang memang syaratnya harus suci, seperti salat atau membaca Al-Qur’an,” ujar Buya Yahya dalam kajiannya, dikutip dari YouTube Al Bahjah, Kamis (18/12/2025).
Artinya, seorang wanita yang telah selesai haid boleh beraktivitas seperti biasa, termasuk keluar rumah, bepergian ke pasar, atau melakukan kegiatan sehari-hari lainnya, selama belum melaksanakan ibadah yang mewajibkan suci.
“Tidak masalah kalau mau jalan-jalan dulu, ke pasar dulu, keliling dulu. Kenapa? Karena belum melakukan salat,” jelasnya.
Baca juga: Korban Banjir Sumatera Wajib Tahu: Buya Yahya Ungkap Hukum Shalat Pakai Baju Berlumpur
Namun, Buya Yahya mengingatkan adanya batasan penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu ketika waktu shalat masih berlangsung dan darah haid telah benar-benar berhenti.
Ia mencontohkan, apabila seorang wanita mendapati haidnya berhenti pada pukul 3 dini hari, maka waktu tersebut masih termasuk waktu salat Isya.
“Kalau sudah suci di jam tiga pagi, itu masih waktu Isya. Maka wajib mandi saat itu juga untuk melaksanakan salat Isya, bukan menunggu Subuh,” tegasnya.
Buya Yahya juga menyinggung kesalahpahaman yang sering terjadi, baik dalam kasus haid maupun setelah hubungan suami istri.
Banyak yang mengira mandi wajib harus dilakukan seketika, padahal yang dianjurkan adalah segera mandi, bukan wajib langsung, selama belum masuk waktu ibadah.
“Islam tidak mempersulit. Mandi wajib itu kewajiban ketika mau menjalankan ibadah yang mensyaratkan suci,” ujarnya.
Baca juga: Tiga Cara Allah Kabulkan Doa Hambanya, Buya Yahya: Jangan Pernah Ragu Saat Meminta
Ia menutup penjelasan dengan menegaskan bahwa umat Islam perlu memahami fiqih dengan benar agar tidak terjebak pada anggapan yang justru memberatkan diri sendiri.
“Yang penting, jangan salat dan jangan membaca Al-Qur’an sebelum mandi besar. Selain itu, insyaallah tidak masalah,” pungkas Buya Yahya.
(Serambinews.com/Firdha)
| Buya Yahya Buka Suara soal Pelecehan Sesama Jenis oleh Tokoh Agama, Tegas Soal Hukuman: Dosa Besar |
|
|---|
| 7 Amalan Sunnah di Hari Jumat, Mulai Al Kahfi hingga Shalawat yang Buka Pintu Keberkahan |
|
|---|
| Banyak yang Salah! Buya Yahya Ungkap Cara Mencuci Baju Kena Najis di Mesin Cuci, Perlu Berkali-kali? |
|
|---|
| Was-Was dalam Niat Shalat, Buya Yahya Ingatkan Bahayanya dan Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Sering Disalahpahami, Kurban Ternyata Bukan Ibadah Sekali Seumur Hidup, Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buya-Yahya-782025.jpg)