Kamis, 23 April 2026

Tafakur

Ustaz Adi Hidayat: Bencana Bukan Sekadar Alam, Tapi Cermin Rusaknya Perilaku Manusia

“Ketika seseorang mengatakan bencana alam, pada saat yang sama fitrah lisannya sedang menyampaikan bahwa

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
YouTube Ustaz Adi Hidayat Official
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa bencana yang kerap disebut sebagai bencana alam sejatinya tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia. 

Ustaz Adi Hidayat: Bencana Bukan Sekadar Alam, tapi Cermin Rusaknya Perilaku Manusia

SERAMBINEWS.COM- Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa bencana yang kerap disebut sebagai bencana alam sejatinya tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia.

Hal tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat bertajuk “Bencana Alam ataukah Bencana (Perilaku) Manusia?” yang disiarkan melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Dalam khutbahnya, Ustaz Adi Hidayat mengajak jamaah untuk tidak hanya memandang bencana sebagai peristiwa alamiah semata, melainkan sebagai tanda dan peringatan dari Allah SWT.

 Ia menjelaskan bahwa istilah alam dalam bahasa Arab berasal dari kata ‘alamah’ yang berarti tanda.

Baca juga: Tiga Rumus Rezeki Ala Ustadz Adi Hidayat, Kaidah Terakhir Bikin Jamaah Terdiam

“Ketika seseorang mengatakan bencana alam, pada saat yang sama fitrah lisannya sedang menyampaikan bahwa ada tanda yang diberikan oleh yang merawatnya, yang memilikinya, dan yang menguasainya,” ujar Ustaz Adi Hidayat dikutip Serambinews (20/12/2025).

Ia menguraikan bahwa Allah SWT disebut sebagai Rabbul ‘Alamin, yakni Zat yang merawat, menjaga keseimbangan, serta menghadirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya melalui alam semesta.

Karena itu, setiap musibah yang terjadi tidak lepas dari pesan spiritual yang harus dibaca dan dipahami oleh manusia.

Mengutip Surah Ar-Rum ayat 41, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi di darat dan laut merupakan akibat dari perbuatan manusia sendiri.

 “Allah berfirman, Dhaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyudzīqahum ba‘ḍalladzī ‘amilū la‘allahum yarji‘ūn . Kerusakan itu tampak jelas, terang, dan nyata, disebabkan oleh tangan-tangan manusia,” katanya.

Baca juga: Lima Amalan Ringan di Hari Jumat Menurut Ustaz Adi Hidayat, Bisa Jadi Penghapus Dosa!

Ia menambahkan, kerusakan hutan, banjir bandang, dan rusaknya lingkungan bukanlah kesalahan alam.

“Yang rusak bukan hutannya, yang rusak bukan bangunannya, tetapi perilaku manusianya. Jika manusianya rusak, maka rusak pula alamnya,” tegasnya.

Menurutnya, inilah hikmah dihadirkannya ibadah dalam Islam.

Salat, puasa, zakat, dan infak berfungsi menjaga manusia agar tidak jatuh pada perilaku merusak.

 “Salat mencegah fahsya dan mungkar. Puasa mencegah kerusakan diri. Zakat mencegah ketamakan, karena tamak itu merusak,” jelasnya.

Baca juga: Jangan Lewatkan Waktu Ini! Doa di Hari Jumat Langsung Dijabah, Ustaz Adi Hidayat Bocorkan Rahasianya

Ustaz Adi Hidayat juga menyinggung bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergesa-gesa menyalahkan alam.

“Jangan salahkan hujannya, jangan salahkan hutannya. Coba evaluasi perilaku manusia yang menyebabkannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Allah menghadirkan bencana bukan untuk menghancurkan, melainkan agar manusia mau kembali dan memperbaiki diri.

“Allah ingin manusia sadar, mengevaluasi, dan kembali ke jalan yang benar. La’allahum yarji’un,” katanya.

Di akhir khutbah, Ustaz Adi Hidayat mengajak seluruh umat Islam menjadikan musibah sebagai momentum muhasabah, memperbaiki diri, serta memperkuat kepedulian sosial dan persaudaraan.

“Khutbah Jumat bukan sekadar formalitas. Ini pengingat agar kita kembali kepada Allah dan membangun kehidupan yang diridai-Nya,” pungkasnya.

Baca juga: Lima Amalan Sunnah di Hari Jumat, Ustaz Adi Hidayat : Menghapus Dosa, Pahala Berlipat Ganda 

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)


 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved