Tafakur
Niat Puasa Harus Dilafalkan atau Cukup di Hati? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Sebuah video kajian bertema Tanya Jawab Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat kembali menarik perhatian
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Niat Puasa Harus Dilafalkan atau Cukup di Hati? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
SERAMBINEWS.COM- Sebuah video kajian bertema Tanya Jawab Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat kembali menarik perhatian warganet.
Video tersebut diunggah melalui kanal YouTube Amal Sunnah dan membahas berbagai persoalan yang kerap ditanyakan umat Islam menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.
Dalam video tersebut, Ustadz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH menjawab pertanyaan seputar hukum puasa, niat, hingga amalan sunnah yang dianjurkan untuk memperbanyak pahala di bulan penuh berkah.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan 2026, Cukup Sekali untuk Sebulan atau Harus Tiap Malam? Ini Penjelasan Ulama
Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang lugas, disertai dalil Al-Qur’an dan hadis, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Salah satu pertanyaan yang dibahas adalah terkait niat puasa Ramadhan.
UAH menegaskan bahwa niat merupakan bagian penting dari ibadah puasa.
“Niat itu tempatnya di hati. Selama seseorang sudah memiliki kesadaran dan tekad untuk berpuasa karena Allah, maka niatnya telah ada, meskipun tidak dilafalkan secara lisan,” ujar Ustadz Adi Hidayat dalam video tersebut.
Lebih lanjut, ia menyoroti kebiasaan sebagian umat Islam yang merasa ragu karena lupa membaca niat secara lisan.
Baca juga: Waktu Buka Puasa Pidie dan Pidie Jaya Hari Ini, Berikut Jadwal Imsakiyah 1 Ramadhan 1447H/2026
Menurutnya, selama seseorang sudah mengetahui bahwa keesokan harinya akan berpuasa Ramadhan dan hatinya telah menetapkan hal tersebut, maka puasanya tetap sah.
“Kalau sudah tidur dengan kesadaran besok puasa Ramadhan, itu sudah niat,” jelasnya.
Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Adi Hidayat juga menyinggung perbedaan niat puasa wajib dan puasa sunnah.
Untuk puasa sunnah, niat masih bisa dilakukan di pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk puasa Ramadhan yang bersifat wajib.
Baca juga: Menelan Ludah Bercampur Darah di Gusi Apakah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya
Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada perdebatan teknis semata, tetapi memahami esensi niat sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.
| Kapan Malam Lailatul Qadar Sebenarnya? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad |
|
|---|
| Benarkah Wajib Mandi Keramas Sebelum Puasa? Begini Niat dan Tata Caranya! |
|
|---|
| Benarkah Baju Bekas Dijadikan Lap Bisa Menyempitkan Rezeki? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Ustaz Adi Hidayat: Bencana Bukan Sekadar Alam, Tapi Cermin Rusaknya Perilaku Manusia |
|
|---|
| Apakah Puasa Rajab Bid'ah? Ini Penjelasan Ulama Empat Mazhab Menurut Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ustaz-Adi-Hidayat-mengungkap-lima-amalan-sunnah-hari-Jumat.jpg)