Kajian Islam
Suami Tak Pernah Romantis, Bolehkah Istri Minta Cerai? Jawaban Buya Yahya Bikin Terenyuh
Banyak istri merasa resah ketika suaminya dinilai tidak romantis dan kurang mengekspresikan perhatian.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM – Banyak istri merasa resah ketika suaminya dinilai tidak romantis dan kurang mengekspresikan perhatian.
Kondisi ini kerap memicu pertanyaan sensitif dalam rumah tangga, apakah suami yang tidak romantis bisa menjadi alasan untuk meminta cerai?
Menanggapi hal tersebut, Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan penjelasan mendalam mengenai hakikat cinta dalam pernikahan.
Menurutnya, persoalan utama dalam rumah tangga sering kali bukan pada kurangnya cinta dari pasangan, melainkan kesalahan dalam memahami dan memaknai cinta itu sendiri.
Buya Yahya menjelaskan, banyak orang terjebak pada keinginan untuk dicintai, bukan pada usaha untuk mencintai.
Padahal, dalam ajaran Islam, yang jauh lebih penting adalah bagaimana seseorang menumbuhkan dan menyuburkan rasa cinta di dalam hatinya sendiri terhadap pasangan.
Baca juga: Amalan Sebelum Tidur ala Buya Yahya, Dibaca Nabi untuk Cucunya: Insyaallah Terlindung dari Gangguan
“Indahnya hidup itu bukan karena kita dicintai, tetapi karena ada cinta di dalam hati kita,” ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah, Sabtu (17/1/2025).
Ia mencontohkan bagaimana cinta mampu membuat seseorang memaklumi kekurangan pasangannya. Sebagaimana orang tua yang tetap tersenyum ketika anak kecilnya merepotkan di tengah malam, semua terasa ringan karena adanya cinta.
Setiap Orang Punya Cara Mencintai yang Berbeda
Buya Yahya menegaskan bahwa tidak semua orang mengekspresikan cinta dengan cara yang sama.
Ada suami yang menunjukkan cinta melalui kata-kata manis dan rayuan, namun ada pula yang mengekspresikannya lewat tanggung jawab dan kepedulian praktis.
“Jangan disangka suami yang tidak pandai berkata manis itu tidak cinta. Bisa jadi cintanya sangat besar, hanya bahasanya berbeda,” jelasnya.
Ia mengibaratkan perbedaan ini seperti mazhab dalam fikih.
Baca juga: Suami Bantu Orang Tua, Istri Marah hingga Ajak Cerai, Buya Yahya Beri Jawaban Tegas
Ada “mazhab romantis” yang penuh pujian dan rayuan, dan ada “mazhab tanggung jawab” yang lebih fokus memastikan kebutuhan rumah tangga terpenuhi, meski terkesan kaku secara ucapan.
Menurut Buya Yahya, kesalahan besar dalam rumah tangga adalah memaksa pasangan mencintai dengan cara yang sama seperti diri sendiri, atau membandingkan pasangan dengan orang lain.
Buya Yahya mengingatkan agar suami istri tidak membandingkan pasangan dengan suami atau istri orang lain.
Buya Yahya
romantis
suami istri
suami
cerai
suami tidak romantis
suami tidak romantis dalam islam
suami tidak romantis lagi
Islam
suami tidak romantis setelah menikah
| Buya Yahya Buka Suara soal Pelecehan Sesama Jenis oleh Tokoh Agama, Tegas Soal Hukuman: Dosa Besar |
|
|---|
| 7 Amalan Sunnah di Hari Jumat, Mulai Al Kahfi hingga Shalawat yang Buka Pintu Keberkahan |
|
|---|
| Banyak yang Salah! Buya Yahya Ungkap Cara Mencuci Baju Kena Najis di Mesin Cuci, Perlu Berkali-kali? |
|
|---|
| Was-Was dalam Niat Shalat, Buya Yahya Ingatkan Bahayanya dan Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Sering Disalahpahami, Kurban Ternyata Bukan Ibadah Sekali Seumur Hidup, Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buya-Yahya-menjelaskan-soal-hukum-kurban-patungan.jpg)