Minggu, 26 April 2026

Ramadhan 2026

Ramadhan 2026 Makin Dekat, Ini Doa Sunnah yang Dianjurkan Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat dalam berbagai kesempatan dakwahnya menekankan pentingnya menghafal satu doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
DOA SAMBUT RAMADHAN - Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci, di tengah potensi perbedaan penetapan 1 Ramadhan 2026. 

SERAMBINEWS.COM - Ramadhan 1447 Hijriah sudah makin dekat. Hitungannya tinggal hari.

Sejumlah perkiraan pun mulai bermunculan soal kapan tepatnya umat Islam di Indonesia akan mulai berpuasa.

PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara pemerintah baru akan menentukan secara resmi melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026.

Jika melihat kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama, awal puasa diperkirakan berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perkiraan serupa juga disampaikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin dirukyat atau diamati.

“Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal/bulan masih di bawah ufuk. Jadi tidak mungkin dirukyat.

Jadi, awal Ramadan pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026,” ujar Thomas, Jumat (6/2/2026), dikutip dari Kompas.com.

Meski demikian, hasil pengamatan hilal pada 18 Februari tetap menjadi faktor penting, khususnya bagi pihak yang menjadikan rukyat sebagai dasar penetapan awal bulan.

Kepastian resminya tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Perbedaan seperti ini bukan hal baru. Dinamika penetapan awal bulan Hijriah memang kerap terjadi di Indonesia.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati perbedaan dalam memulai ibadah puasa.

Terlepas dari potensi perbedaan tanggal, Ramadhan tetap semakin dekat. Persiapan pun sudah seharusnya dimulai, bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga kesiapan batin.

Para ulama menganjurkan agar umat Islam memperbanyak doa menjelang masuknya bulan suci. Doa dipanjatkan agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan selama menjalani ibadah puasa.

Lantas, seperti apa bacaan doa menyambut Ramadhan yang dianjurkan?

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 2026 di Aceh Tamiang, Suruwei dan Sekitarnya Dikurang 1 Menit

Doa populer sesuai hadis Nabi

Ustaz Adi Hidayat dalam berbagai kesempatan dakwahnya menekankan pentingnya menghafal satu doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW menjelang Ramadhan.

Mengutip Serambinews.com (19/3/2021) dari video yang pernah diunggah oleh YouTube Haziq Channel, Ustad Adi Hidayat mengatakan, doa tersebut bersumber dalam hadis riwayat imam at-Tirmidzi nomor 3.451.

"Tolong hafalkan doa ini. Ini doa yang diajarkan Nabi menjelang Ramadhan, supaya mendapat kesehatan, kekuatan, dan keselamatan untuk beribadah saat Ramadhan nanti," ujar Ustaz Adi Hidayat.

Menurut Ustad Adi Hidayat, ada banyak doa menyambut Bulan Ramadhan yang beredar di kalangan kaum muslimin.

Doa-doa itu ada yang populer dan juga kuat dari segi riwayatnya.

Namun dari sekian banyak doa, doa dari hadis imam at-Tirmidzi nomor 3.451 merupakan doa yang paling populer, kuat dari sisi hadisnya, dan paling lengkap redaksinya.

“Ada banyak doa yang sampai kepada kita, bisa populer, riwayatnya juga bisa kuat. Tapi dari sekian doa ini riwayat yang paling populer, kemudian kuat dari sisi hadisnya, dan paling lengkap redaksinya,” kata ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya.

Bacaan doa sebelum Ramadhan

Berikut adalah bacaan doa yang dimaksud:

اللهم أهله علينا باليمن والإيمان والسلامة والإسلام ربي وربك الله

Allahumma ahillahu ‘alainaa bil yumni wal Imani wassalamati wal islami Rabbi wa Rabbukallahu.

Artinya :

“Ya Allah mohon hadirkan awal ramadhan kepada kami dengan penuh ketentraman, dan dengan penuh kekuatan iman, sehat dan selamat, dan dengan kekuatan Islam Rabbi wa Rabbukallahu.”

Baca juga: 100 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H, Penuh Doa dan Makna

Bedah makna doa: 4 pilar kesiapan menuju Ramadhan

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah "protokol" persiapan batin yang sangat terukur.

Berikut adalah penjabaran mendalam dari setiap poin permohonan dalam doa tersebut:

1. Memohon ketentraman hati (bil yumni)

Kata Al-Yumnu tidak hanya berarti berkah, tetapi juga merujuk pada ketenangan yang melahirkan rasa bahagia.

Dalam konteks menyambut Ramadhan, kita memohon agar hati dijauhkan dari segala kegelisahan.

Ustad Adi Hidayat menjelaskan, banyak orang merasa "terbebani" dengan datangnya puasa, baik karena khawatir tidak kuat menahan lapar maupun cemas akan pengeluaran ekonomi yang biasanya meningkat.

Dengan meminta Bil Yumni, kita memohon agar Allah menanamkan rasa lapang dan tenang, sehingga saat hilal terlihat, yang muncul adalah rasa syukur, bukan beban.

2. Menjaga stabilitas semangat (wal imani)

Permohonan kedua adalah kekuatan iman.

Menariknya, Ustad Adi Hidayat menyoroti fenomena "semangat musiman" yang sering terjadi di Indonesia.

Salah satu contohnya ialah fenomena saf maju di masjid.

Seringkali di awal Ramadhan masjid penuh sesak, namun memasuki pertengahan bulan, barisan (saf) jamaah justru semakin maju (berkurang).

Isyarat Wal Imani dalam doa ini adalah permohonan agar kualitas iman kita tetap stabil bahkan meningkat hingga akhir Ramadhan.

Kita meminta agar semangat beribadah di malam ke-27 tetap sama kuatnya dengan malam pertama.

“Hati-hati, ada isyarat dalam kalimat ini seakan-akan orang-orang yang kedapatan Ramadhan itu cenderung menurun spiritnya saat Ramadhan, bukan stabil. Padahal di awalnya allah berikan kekuaatan iman yang sama,” jelas ustadz Adi Hidayat.

3. Keselamatan total (wassalamati)

Frasa ini mencakup aspek fisik dan perlindungan dari rintangan ibadah.

Agar bisa berpuasa, tubuh harus sehat. Sehingga kita memohon agar dijauhkan dari penyakit yang bisa menghambat kewajiban.

Selain itu, kita juga meminta agar dijauhkan dari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa, seperti perselisihan, gibah, atau maksiat yang membuat puasa kita menjadi sia-sia (hanya mendapat lapar dan haus).

Baca juga: Kapan Puasa Ramadhan 2026? Ini 5 Langkah Persiapan agar Tubuh Tetap Fit

4. Kualitas dan kuantitas ibadah (wal islami)

Ustaz Adi Hidayat juga memberikan perbedaan tajam antara iman dan Islam dalam doa ini.

Jika iman adalah spirit atau dorongan di dalam hati, maka Islam adalah perwujudan amalannya.

Kita memohon agar diberikan kekuatan untuk melakukan "ragam" ibadah secara kuantitas.

Misalnya, bukan hanya sanggup berpuasa, tapi juga sanggup mengerjakan shalat Tarawih, membaca Al-Qur'an hingga khatam, hingga bersedekah dengan maksimal.

"Apa bedanya dengan kekuatan iman? kalau kekuatan iman itu semangatnya, spiritnya. kalau kekuatan islam itu ragam ibadahnya, jenisnya, banyak sedikitnya, kuantitasnya," papar Ustad Adi Hidayat.

Penegasan Tauhid (Rabbi wa Rabbukallahu)

Doa ini ditutup dengan kalimat yang sangat kuat, Rabbi wa Rabbukallahu (Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah).

Kalimat ini ditujukan kepada hilal (bulan sabit).

UAH menjelaskan bahwa ini adalah pengingat bahwa bulan hanyalah makhluk dan tanda waktu.

Segala ibadah, ketenangan, dan kekuatan yang kita minta hanya bersumber dari Sang Pencipta, yakni Allah SWT.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved