Ramadhan 2026
Ramadhan dan Ancaman Lisan: Kata Kasar Bisa Gugurkan Pahala Puasa
“Kita lihat saling mencaci maki di medsos, membuka aib keluarga, berkata-kata yang sangat dilarang dalam Islam. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM - Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Di balik ibadah fisik tersebut, Islam menekankan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari kesempurnaan puasa. Jika tidak dijaga, kata-kata kasar dan cacian justru bisa menggugurkan pahala yang telah dikumpulkan sejak pagi.
Hal itu disampaikan Dr. Tgk. Jamaluddin Thaib S.PdI, MA, Dewan Penasehat DPP ISAD, dalam program Serambi Ramadan yang tayang di kanal YouTube SerambiNews.com, Selasa (3/3/2026) yang dipandu host jurnalis Firdha Ustin.
Ia menyoroti fenomena maraknya caci maki, fitnah, hingga ungkapan jorok di media sosial, bahkan di bulan suci.
“Kalau kita bicara soal Ramadhan, kebanyakan memang orang fokus kepada menahan lapar dan haus. Padahal menjaga lisan itu sangat-sangat krusial dan penting,” ujarnya.
Menurutnya, generasi Aceh hari ini, tidak hanya anak muda tetapi juga sebagian orang tua, kerap terlibat perdebatan kasar di platform seperti YouTube dan TikTok. Bahkan, persoalan pribadi hingga aib keluarga dibuka ke publik demi konten.
“Kita lihat saling mencaci maki di medsos, membuka aib keluarga, berkata-kata yang sangat dilarang dalam Islam. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.
Baca juga: Puasa Tingkatkan Kesuburan, Dr Boyke : Ini Tips Program Hamil Saat Ramadhan, Langsung Garis Dua
Ia menegaskan, dalam ajaran Islam, ucapan bukan perkara ringan. Mengutip Surah Al-Qaf ayat 18, ia mengingatkan bahwa setiap kata yang keluar dari mulut manusia dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
“Apa yang kita ucapkan itu tidak lepas dari catatan malaikat. Apalagi di media sosial, apa yang kita tulis punya jejak dan bisa dilihat generasi berikutnya,” jelasnya.
Selain itu, ia merujuk hadis riwayat Imam Tirmidzi yang menyebutkan bahwa seorang mukmin bukanlah orang yang gemar mencela, melaknat, berkata jorok, dan berkata kasar.
“Empat hal ini tidak boleh. Haram hukumnya. Dan bukanlah seorang mukmin kalau dia membiasakan diri mencaci maki, melaknat, berkata jorok dan kasar kepada orang lain,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan sejumlah dampak dari tidak menjaga lisan. Pertama, hilangnya muruah atau kemuliaan diri.
“Orang yang berkata kasar pasti dianggap rendahan. Ilmuwan saja kalau berkata kasar di suatu tempat, jatuh kemuliaannya. Kalau DPR mungkin tidak dipilih lagi karena kasar sekali kata-katanya,” ujarnya.
Baca juga: Tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh Serahkan Rp300 Juta untuk Nagan, Wabup:Sinergi Pemulihan Bencana
Kedua, lisan yang kotor akan mengotori hati. Ia mengibaratkan hati seperti kertas putih yang akan ternoda bila terus diisi dengan kata-kata buruk.
“Kalau hati sudah kotor, kebaikan akan susah masuk. Diajak mengaji berat, salat malas, membantu orang lain pun terasa sulit,” katanya.
Ketiga, kebiasaan mencaci maki dapat menghapus amal kebaikan. Dalam ajaran Islam, pahala orang yang menghina bisa berpindah kepada orang yang dihina jika ia bersabar.
“Amal kebaikan kita bisa diberikan kepada orang yang kita hina. Ini yang sering tidak dipikirkan,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar Ramadan dijadikan momentum memperbaiki diri, termasuk dalam bertutur kata, baik secara langsung maupun di ruang digital.
“Menjaga lisan bukan hanya soal sopan santun, tapi menjaga kemuliaan diri dan menjaga pahala puasa kita,” pungkasnya.
(Serambinews.com/Firdha)
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-29 Ramadhan: Mendapat Pahala Seribu Ibadah Haji |
|
|---|
| ISTAGAL Salurkan Santunan untuk Korban Banjir, Anak Yatim, Piatu, dan Dhuafa di Gayo Lues |
|
|---|
| Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap, Pastikan Dibayar Sebelum Salat Idul Fitri |
|
|---|
| Buka Bersama di Oslo, Ketua TASTAFI dan Dubes RI Bahas Situasi Terkini dan Kepedulian untuk Aceh |
|
|---|
| Sering Begadang saat Puasa? Ikuti Cara Atur Tidur 7 Jam ala Dr Boyke |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serambi-ramadhan-3-maret-2026.jpg)