Minggu, 26 April 2026

Kajian Islam

Hati Masih Kotor, Apakah Amal Tetap Diterima? Ini Penjelasan Buya Yahya

Lalu, bagaimana sebenarnya hukum amal yang dikerjakan ketika hati belum sepenuhnya bersih?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
youtube/YouTube Al Bahjah
Pendakwah Buya Yahya 

“Awalnya dengki, tapi diperangi. Itu justru menjadi pahala,” ujarnya.

Begitu pula ketika seseorang merasa dendam kepada orang yang menyakitinya. Ia dianjurkan melawan perasaan itu dengan mendoakan kebaikan bagi orang tersebut.

Menurut Buya Yahya, amal seseorang tetap bisa diterima selama ia berusaha melawan penyakit hati yang muncul, bukan malah menuruti atau memeliharanya.

“Diterima amal kita dengan kekotoran hati selama kita mengingkari dan berusaha memeranginya. Tapi kalau riya itu disuburkan, maka habis amal kita,” jelasnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa perjuangan membersihkan hati adalah proses yang tidak pernah berhenti selama manusia hidup.

“Tidak ada orang yang bisa mengatakan hatinya sudah bersih. Bahkan para ulama besar pun merasa hatinya masih perlu dibersihkan,” pungkasnya.

(Serambinews.com/Firdha)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved