Kajian Islam
Hati Masih Kotor, Apakah Amal Tetap Diterima? Ini Penjelasan Buya Yahya
Lalu, bagaimana sebenarnya hukum amal yang dikerjakan ketika hati belum sepenuhnya bersih?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
“Awalnya dengki, tapi diperangi. Itu justru menjadi pahala,” ujarnya.
Begitu pula ketika seseorang merasa dendam kepada orang yang menyakitinya. Ia dianjurkan melawan perasaan itu dengan mendoakan kebaikan bagi orang tersebut.
Menurut Buya Yahya, amal seseorang tetap bisa diterima selama ia berusaha melawan penyakit hati yang muncul, bukan malah menuruti atau memeliharanya.
“Diterima amal kita dengan kekotoran hati selama kita mengingkari dan berusaha memeranginya. Tapi kalau riya itu disuburkan, maka habis amal kita,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa perjuangan membersihkan hati adalah proses yang tidak pernah berhenti selama manusia hidup.
“Tidak ada orang yang bisa mengatakan hatinya sudah bersih. Bahkan para ulama besar pun merasa hatinya masih perlu dibersihkan,” pungkasnya.
(Serambinews.com/Firdha)
| Niat Kurban tapi Uangnya Pinjaman, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| 10 Ayat Awal Surah Al-Kahfi Jadi Tameng dari Dajjal, Ini Kata Buya Yahya : Sebaiknya Dihafal |
|
|---|
| Ngeri! Buya Yahya Sebut Judi Online Bisa Picu Dosa Besar dan Hancurkan Rumah Tangga |
|
|---|
| Pisah Ranjang Gara-gara Suami Ngorok, Apakah Istri Berdosa? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Bolehkah Anak Laki-laki Memandikan Jenazah Ibunya? Ini Penjelasan Buya Yahya yang Bikin Tenang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pendakwah-Buya-Yahya-2026.jpg)