Idul Fitri 2026
Waktu Terbaik Mengerjakan Puasa Syawal, Simak Penjelasan Buya Yahya Soal Jadwal dan Ketentuannya
Usai menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Muslim kini dianjurkan melanjutkan amalan sunnah ypuasa enam hari.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM – Gema takbir perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah masih terasa setelah pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Usai menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Muslim kini dianjurkan untuk melanjutkan amalan sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.
Puasa Syawal bukan sekadar ibadah tambahan.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh.
Namun, kapankah waktu terbaik untuk memulainya?
Jadwal terbaik menurut mazhab Imam Syafi'i
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya, memberikan penjelasan mendalam mengenai persoalan ini.
Melansir kajian dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan adanya perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan ulama mengenai waktu pengerjaannya.
Baca juga: Fenomena Puasa Ikut Rukyat, Lebaran Ikut Hisab Mencuat, Ulama Ingatkan Pentingnya Konsistensi
Dalam mazhab Imam Syafi'i, yang mayoritas dianut masyarakat Indonesia, puasa Syawal sangat dikukuhkan untuk dikerjakan segera setelah hari raya, yakni mulai tanggal 2 Syawal (Minggu, 22 Maret 2026) secara berurutan selama enam hari hingga tanggal 7 Syawal.
"Penjelasan dari Faatbaahu Sittan, puasa 6 Syawal itu disunnahkan, menurut Imam Syafi'i disunnahkan di atas sunnah sangat dikukuhkan, jika ditanggal ke-2 berurutan sampai tanggal ke-6. Itu dalam mazhab Imam Syafi'i radhiallahu 'anhu," kata Buya Yahya.
Berikut tayangan video penjelasan lengkap Buya Yahya soal waktu pengerjaan puasa sunnah Syawal.
Sementara itu, menurut Imam Maliki, makruh apabila langsung memulai puasa sunnah Syawal setelahnya hari raya pertama Idul Fitri atau pada tanggal 2 Syawal.
Ini karena dikhawatirkan, puasa sunnah Syawal menjadi sebuah kewajiban sehingga dianggap bisa memberatkan orang.
"Jadi kalau Anda kenal yang Mazhab Maliki, tidak langsung (puasa) hari ke-2, 3, 4 nanti," jelas Buya Yahya.
Lalu, apakah pengikut Mazhab Imam Syafi'i boleh jika tidak langsung mengambil puasa sunnah Syawal pada tanggal 2 Syawal?
Dikatakan Buya Yahya, boleh mengerjakan puasa sunnah Syawal kapan saja selagi masih dalam bulan Syawal.
puasa
puasa sunnah
Puasa Syawal
puasa sunnah Syawal
2026
1447 h
Buya Yahya
niat
puasa enam hari
Syawal
bulan syawal
| Puasa Syawal Hanya Senin-Kamis, Bolehkah? Ini Penjelasan Mazhab Syafii yang Perlu Diketahui |
|
|---|
| Puasa Syawal dan Utang Ramadhan, Mana Didahulukan? Ini Penjelasan UAS yang Bikin Tenang |
|
|---|
| Waktu Terbaik Puasa Syawal 6 Hari, Ini Penjelasan Buya Yahya Soal Jadwal dan Keutamaannya |
|
|---|
| Puasa Syawal Cuma Senin-Kamis, Bolehkah? Ini Penjelasan Lengkap Menurut Mazhab Syafii |
|
|---|
| Trik Dapat Dua Pahala Sekaligus! UAS Jelaskan Hukum Gabung Puasa Syawal dan Qadha Ramadhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pendakwah-Buya-Yahya-2026.jpg)