Buya Yahya Ungkap Hukum Menjual Daging Kurban, Ternyata Ada yang Halal dan Haram
Ada kondisi tertentu yang membuat menjual daging kurban diperbolehkan, namun ada pula yang jelas dilarang dan tidak boleh dilakukan.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Momen Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Namun di tengah melimpahnya daging yang diterima, tak sedikit orang bertanya-tanya soal hukum menjual kembali daging kurban, apakah diperbolehkan atau justru haram dalam Islam.
Pendakwah Buya Yahya pun memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Menurutnya, ada kondisi tertentu yang membuat menjual daging kurban diperbolehkan, namun ada pula yang jelas dilarang dan tidak boleh dilakukan.
Lantas seperti apa hukum menjual daging kurban? Apakah boleh menjual daging kurban atau justru haram?
Pengasuh Pondok Pesantren LPD Al-Bahjah, Buya Yahya menjelaskan terkait hukum menjual daging kurban.
Baca juga: Dapat Daging Kurban Banyak saat Idul Adha, Bolehkah Dijual? Buya Yahya Beri Penjelasan
Menurut penjelasan Buya Yahya, menjual daging kurban adalah halal jika daging kurban tersebut sudah kita terima, artinya sudah menjadi hak kita.
"Kalau kita sudah menerima daging kurban, milik saya, boleh saya jual kemana saja," kata Buya Yahya dikutip Serambinews.com dalam unggahan video YouTube Al Bahjah TV, Jumat (29/5/2026).
Justru yang tidak boleh kata Buya Yahya adalah menjual daging kurban sebelum dibagikan, ini menjadi haram biarpun itu hanya sekedar kulit dari hewan kurban.
"Yang nggak boleh menjual daging kurban sebelum dibagi, biarpun kulitnya tidak boleh dibagi," lanjut Buya Yahya.
Jadi menurut Buya, jika seseorang sudah menerima pembagian daging kurban, adalah sudah menjadi haknya.
Boleh saja orang tersebut menjual daging kurban ke mana saja. Apalagi mengingat jika orang tersebut mungkin sudah memiliki banyak daging di rumahnya atau tidak bisa mengonsumsi daging.
Baca juga: Hari Tasyrik 2026 Ramai Dicari di Google, Buya Yahya Jelaskan Kenapa Umat Islam Dilarang Puasa
"Jadi kalau saya nerima daging kurban , ya suka-suka saya jual wong milik saya, wong milik saya, saya jual dong. Mungkin di rumah sudah banyak daging atau saya tidak makan daging,
masa dipaksa makan daging," imbuhnya.
Hari Tasyrik 2026 Ramai Dicari di Google, Buya Yahya Jelaskan Kenapa Umat Islam Dilarang Puasa
Penjelasan mengenai Hari Tasyrik ramai dicari masyarakat di Google usai Idul Adha 2026.
Banyak warganet penasaran tentang hukum puasa pada hari Tasyrik dan alasan Islam melarang puasa di hari tersebut.
Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa terdapat lima hari yang diharamkan untuk berpuasa dalam Islam.
Kelima hari tersebut yakni Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan tiga hari Tasyrik.
Buya Yahya mengatakan, larangan itu menjadi bukti bahwa ibadah dalam Islam harus dijalankan sesuai petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan berdasarkan keinginan pribadi.
“Ada maknanya, ibadah itu harus patuh. Tidak bisa semaunya sendiri,” ujar Buya Yahya dalam ceramahnya dikutip Kamis (28/5/2026) dari kanal YouTube Buya Yahya.
Ia menjelaskan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha merupakan hari makan, hari bergembira, dan hari menikmati rezeki dari Allah SWT sehingga umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa.
“Kalau hari senang, ya senang. Islam itu agama yang indah,” jelasnya.
Apa Itu Hari Tasyrik?
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Pada hari-hari tersebut, umat Islam juga diharamkan berpuasa.
Buya Yahya menerangkan, hari Tasyrik menjadi waktu bagi umat Muslim menikmati hidangan kurban, makan bersama keluarga, dan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.
Menurutnya, Islam tidak mengajarkan ibadah yang berlebihan hingga menyiksa diri sendiri.
Ia mencontohkan adanya sebagian orang yang ingin terus berpuasa tanpa berbuka atau beribadah sepanjang malam tanpa istirahat karena merasa semakin berat ibadah maka semakin baik.
Padahal, Rasulullah SAW justru mengingatkan agar umatnya beribadah sesuai tuntunan syariat.
Dalam ceramah itu, Buya Yahya juga mengisahkan beberapa sahabat Nabi yang ingin melakukan ibadah secara ekstrem, seperti tidak tidur malam dan berpuasa setiap hari tanpa henti.
Namun Nabi Muhammad SAW menegur sikap tersebut karena ibadah harus dilakukan secara seimbang.
“Bukan tambah hebat kalau memaksakan diri,” kata Buya Yahya.
Lima Hari Haram Puasa
Berikut lima hari yang diharamkan untuk berpuasa dalam Islam:
1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri
10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha
11 Zulhijah atau Hari Tasyrik pertama
12 Zulhijah atau Hari Tasyrik kedua
13 Zulhijah atau Hari Tasyrik ketiga
Ceramah Buya Yahya tentang Hari Tasyrik ini kembali ramai dicari masyarakat di Google seiring meningkatnya rasa ingin tahu umat Islam mengenai hukum puasa setelah Idul Adha.
(Serambinews.com/Firdha)
| Resep Keripik Daging ala Chef Devina, Ide Olahan Daging Kurban Idul Adha, Gurih Renyah & Tahan Lama |
|
|---|
| Harga Sawit Anjlok, Pemkab Aceh Singkil Didesak Panggil Perusahaan PMKS |
|
|---|
| Jumat Pertama Idul Adha, Harga Emas di Langsa Masih Stabil pada 29 Mei 2026 |
|
|---|
| 1 Juni 2026 Libur Apa? Cek Daftar Tanggal Merah Juni dan Long Weekend Terdekat |
|
|---|
| Cuaca di Lhokseumawe Panas Menyengat, Ini Prediksi Cuaca Sebagian Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buya-Yahya-Ceramah-Soal-Pelecehan-Seksual-Sesama-Jenis-oleh-Tokoh-Agama.jpg)