Kajian Islam
Besok 1 Muharram, Buya Yahya Ingatkan Amalan Sunnah yang Pahalanya Hapus Dosa Setahun
Perlu dicatat, sistem pergantian hari dalam kalender Hijriah dihitung sejak terbenamnya matahari atau memasuki waktu Magrib.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
Meski Rasulullah SAW wafat sebelum tahun berikutnya tiba, para ulama menjadikan hadits tersebut sebagai dasar anjuran untuk berpuasa pada 9 Muharram bersamaan dengan puasa Asyura.
Tak hanya itu, Buya Yahya juga menyebutkan bahwa akan lebih baik lagi jika puasa ditambah pada 11 Muharram.
Hal ini berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Abbas RA yang menganjurkan agar kaum Muslimin berpuasa sehari sebelum atau sehari setelah Asyura sebagai bentuk penyelisihan terhadap kebiasaan kaum Yahudi.
Dengan demikian, tingkatan puasa Muharram yang paling utama adalah berpuasa pada 10 Muharram, kemudian lebih sempurna dengan menambah puasa pada 9 Muharram, dan lebih baik lagi jika ditambah pada 11 Muharram.
Namun menurut Buya Yahya, keutamaan bulan Muharram tidak berhenti pada tiga hari tersebut.
Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim, puasa di bulan Muharram merupakan puasa terbaik setelah puasa Ramadan.
"Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa puasa sepanjang bulan Muharram merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Semakin banyak hari yang digunakan untuk berpuasa pada bulan Muharram, maka semakin baik dan semakin besar pula keutamaannya.
Ia menyimpulkan bahwa puasa di sepanjang bulan Muharram termasuk sunnah yang dianjurkan, dengan hari yang paling utama adalah 10 Muharram.
Keutamaan tersebut semakin sempurna apabila ditambah dengan puasa pada 9 dan 11 Muharram, bahkan lebih baik lagi jika memperbanyak puasa hingga sepanjang bulan Muharram.
Karena itu, datangnya bulan Muharram dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak puasa sunnah, serta mengawali tahun baru hijriah dengan berbagai amal kebaikan. (Serambinews.com/Firdha)
| Sisa Make Up Tebal Membuat Wudhu Tidak Sah? Buya Yahya Beri Penjelasan |
|
|---|
| Suami Tak Mampu Memberi Nafkah, Bolehkah Istri Menolak Melayani? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Buya Yahya Kritik Keras Tradisi Minta Sorban hingga Cincin Ulama untuk Ngalap Berkah: Rampok Halus |
|
|---|
| Buya Yahya Ungkap Bahaya Membuka Aib Zina kepada Anak, Bisa Berdampak pada Masa Depannya |
|
|---|
| Punya Masa Lalu Zina, Perlukah Mengaku kepada Calon Suami atau Istri? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-1-Muharram-2026.jpg)