Jumat, 17 April 2026

Xiaomi Uji Robot Humanoid di Pabrik Mobil Listrik, Mampu Ikuti Kecepatan Produksi

Xiaomi mulai menguji penggunaan robot humanoid alias robot yang mirip manusia di pabrik kendaraan listriknya untuk meningkatkan efisiensi dan

Editor: Mursal Ismail
YouTube/ The Star
ROBOT - Robot Humanoid buatan Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab tampil di acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program televisi paling banyak ditonton di China saat perayaan Tahun Baru Imlek. 

Ringkasan Berita:
  • Xiaomi mengerahkan dua robot humanoid di pabrik mobil listriknya untuk melakukan tugas seperti memasang mur dan memindahkan barang dengan tingkat keberhasilan sekitar 90 persen.
  • Robot tersebut mampu mengikuti kecepatan lini produksi Xiaomi yang menghasilkan satu mobil setiap 76 detik.
  • Teknologi robot humanoid masih dalam tahap uji coba, namun China diprediksi menjadi pemain utama dalam pasar robot humanoid global di masa depan.

SERAMBINEWS.COM - Xiaomi mulai menguji penggunaan robot humanoid alias robot yang mirip manusia di pabrik kendaraan listriknya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi. 

Meski masih dalam tahap percobaan, robot tersebut dinilai mampu mengikuti ritme kerja lini perakitan dan berpotensi menggantikan manusia pada beberapa pekerjaan tertentu di masa depan.

Hal ini disampaikan Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam sebuah wawancara di sela pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) yang digelar di Barcelona.

Perusahaan asal China ini mengerahkan dua robot humanoid di pabriknya. Mereka berperan menyelesaikan tugas, seperti memasang mur atau memindahkan sesuatu.

Tugas tersebut diklaim bisa dikerjakan sampai selesai dengan persentase 90 persen, hanya dalam waktu tiga jam.

"Untuk mengintegrasikan robot ke dalam lini produksi kami, tantangan terbesarnya adalah agar mereka dapat mengikuti kecepatan kerja," kata Lu Weibing kepada CNBC.

Baca juga: Startup China DroidUp Pamerkan Moya, Robot Humanoid Berwajah Mirip Manusia, Bisa Tersenyum, Berkedip

"Di pabrik mobil Xiaomi, setiap 76 detik, satu mobil baru keluar dari jalur perakitan. Kedua robot humanoid itu mampu mengikuti kecepatan kerja kami," lanjut bos Xiaomi itu.

Bagi Xiaomi, penggunaan robot tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Apalagi, robot humanoid dinilai mampu menggantikan peran manusia untuk perkerjaan tertentu, dan dapat menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan manusia.

Kendati demikian, penggunaan robot ini masih dalam tahap uji coba awal.

"Robot di lini produksi kami tidak melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti para pekerja magang saja," ujar Weibing.

Terlepas dari klaim tersebut, upaya ini menyoroti kecepatan perusahaan-perusahaan China dalam berinvestasi dan meningkatkan kemampuannya dalam bidang robotik.

Baca juga: Bos Amazon Jeff Bezos: Jutaan Orang Bakal Tinggal di Luar Angkasa, Fasilitas Dibangun Robot

Terlebih, ada banyak perusahaan China yang mengembangkan teknologi tersebut, dan beberapa di antaranya baru melakukan penawaran umum perdana (IPO), seperti Deep Robotics.

Analis di RBC Capital Market juga memperkirakan bahwa pasar robot humanoid secara global mencapai 9 triliun dollar AS pada tahun 2050, dan 60 persen di antaranya berasal dari China.

Adapun Weibing menilai bahwa masih terlalu dini untuk memproyeksikan pasar robot humanoid, walaupun dia optimistis akan bisnis tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved