TOPIK
Iran VS Amerika
-
Desakan ini muncul seiring meningkatnya eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang dinilai berpotensi memicu instabilitas regional hingga global.
-
Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut langkah ini sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi personel non-esensial dari potensi serangan mendadak
-
Putra Mahkota Iran, Pangeran Reza Pahlavi menyuarakan janjinya tentang masa depan Iran.
-
Penutupan wilayah udara mencerminkan kekhawatiran Teheran terhadap kemungkinan eskalasi militer, baik dari tekanan eksternal maupun dinamika internal.
-
Trump menegaskan bahwa AS akan menghantam Iran “dengan sangat keras” jika aparat Teheran mulai membunuh para demonstran.
-
Akibat kematian Qasem Soleimani, Teheran melancarkan aksi balasan dengan membombardir dua pangkalan milik AS dan sekutunya di Irak.
-
Pejabat itu mengatakan, mereka bakal mengubah kota-kota penting Israel seperti Tel Aviv dan Haifa "menjadi debu".
-
Presiden 73 tahun itu mengatakan, tidak ada pasukan AS yang terluka akibat hantaman rudal balistik di Ain al-Assad dan Irbil
-
Amerika dalam hal ini Trump harus sangat hati-hati karena Iran tidak sekecil Irak. Wilayahnya saja 5 kali ukuran Irak
-
Perseteruan antara AS dan Iran sudah lama terjadi. Diawali pecahnya revolusi Islam Iran pada 1979. Saat itu warga Iran mengepung Kedutaan Besar AS.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved