Aceh Singkil Banjir
VIDEO - Banjir di Singkil Belum Surut, Warga Tetap Bertahan di Teras
Banjir Singkil tak kunjung surut! Warga bertahan di 'Para-para', kearifan lokal bangunan darurat.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Khusna Maulidia
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ketinggian air banjir di permukiman penduduk Pea Bumbung, Ujung Bawang, Pemuka, dan Suka Damai, Kecamatan Singkil, masih belum surut pada Minggu (30/11/2025). Meskipun sudah jauh surut dibandingkan hari sebelumnya, kondisi ini masih memaksa warga untuk terus bertahan. Ketika puncak banjir terjadi, air bahkan mencapai dua meter di dalam rumah warga, meskipun rumah-rumah tersebut telah dibangun tinggi dari permukaan tanah.
Lantaran banjir masih dalam, sebagian besar warga memilih untuk bertahan di lokasi pengungsian darurat. Salah satu titik pengungsian umum yang dimanfaatkan adalah jembatan Ujung Bawang. Sementara itu, sebagian besar warga lainnya memilih membuat pengungsian mandiri di teras rumah mereka dengan membangun yang disebut para-para.
Para-para merupakan kearifan lokal yang dimiliki korban banjir di Aceh Singkil. Ini adalah bangunan darurat yang dibuat dari papan serta broti. Bangunan tersebut dibuat tinggi agar tidak terjangkau oleh banjir. Di atas para-para itulah korban banjir bertahan untuk memasak, menyimpan barang, dan tidur saling berhimpitan bersama anggota keluarga. Berdasarkan pantauan Serambinews.com, korban banjir di Ujung Bawang, Pea Bumbung, Pemuka, dan Suka Damai, masih bertahan di bangunan darurat ini.
Nahas, setelah berhari-hari bertahan dalam kepungan banjir dengan listrik padam, warga kini mulai dihadapkan pada kesulitan logistik karena gas elpiji untuk memasak sudah habis. Haji Arus, korban banjir lainnya, mengatakan bahwa saat puncak banjir, Rabu hingga Jumat (26-28), ia sempat dua kali membuat para-para. Namun para-para buatannya tetap terendam banjir sebab ketinggian air saat itu mencapai dua meter di rumahnya. Akhirnya, ia memilih mengungsi ke tempat anaknya yang masih bisa membuat para-para.
Baca juga: Update Rekap Bencana di Bener Meriah, Korban Meninggal Capai 22 Orang, Berikut Identitasnya.