video
VIDEO Warga Ketol, Aceh Tengah Korban Banjir Mulai Dilanda Kelaparan
Seribuan jiwa lebih masyarakat Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mulai dilanda kelaparan, pasca akses jalan putus total
Penulis: Budi Fatria | Editor: Aldi Rani
Laporan Wartawan Tribun Gayo Budi Fatria | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Seribuan jiwa lebih masyarakat Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mulai dilanda kelaparan, pasca akses jalan putus total akibat bencana yang melanda kabupaten tersebut, sejak Rabu (26/11/2025).
Hingga hari ini, Senin (1/12/2025), enam hari pasca kejadian bencan alam, masyarakat khususnya di tiga desa di Kecamatan Ketol, yaitu Desa Bergang, Karang Ampar dan Pueteng, mulai mengkonsumsi pisang dan ubi rebus agar bisa bertahan hidup.
Masyarakat di sana, rata-rata adalah petani kopi, kakao, pinang dan tanaman lainnya.
Di Desa Bergang, terdata ada sebanyak 508 jiwa, dan Desa Karang Ampar, sebanyak 579 jiwa. Sedangkan di Desa Pantan Reuduek atau Pueteng, tercatat sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK).
Berdasarkan penelusuran langsung wartawan TribunGayo.com ke lokasi, akses jalan menuju ke tiga desa tersebut putus total.
Kondisinya banyak tumpukan tanah longsor di badan-badan jalan, terhitung kurang lebih ada 14 titik.
Belum lagi dua jembatan. Kondisinya satu jembatan sudah miring, dan satu jembatan lagi yang melintasi DAS Peusangan putus total.
Untuk bisa mengakses desa-desa tersebut maka harus berjalan kaki melewati bukit-bukit terjal dan lereng-lereng kebun warga.
Waktu tempuh dari desa paling ujung yaitu, Desa Pantan Reuduek atau Pueteng, lebih kurang berjalan kaki selama 7 Jam ke Desa Ayun, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah.
Medannya cukup berat. Paling mengerikan melintasi jembatan darurat yang terbuat dari kabel listrik sepanjang kurang lebih 50 meter dengan penyangga tiang-tiang dari bambu.
Jembatan itu dibangun warga empat hari lalu, pada Jumat (28/11/2025). Jembatan darurat ada dua, satunya lagi panjangnya kurang lebih 7 meter, juga terbuat dari kabel listrik.
Meski dihatui rasa takut, masyarakat tetap nekat melintasi dua jembatan darurat dengan penuh harapan agar bisa bertahan hidup.
Di jembatan darurat 50 meter itu, terlihat ada Babinsa Kodim Aceh Tengah yaitu, Serma Sarno dan Kopda Anto Wibowo sedang memandu para kaum ibu dan lansia, serta menggendong anak-anak bayi melintasi jembatan darurat.
Jembatan darurat tersebut bukan tanpa ada resiko, sedikit saja lengah nyawa bisa melayang, arusnya deras, lebarnya kurang lebih 50 meter, tinggi jembatan kurang lebih 10 meter. (*)
Editor: Aldi Rani
VO: Siti Masyithah
Baca juga: Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah
Baca juga: Arungi Sungai, Babinsa Kodim 0106/Aceh Tengah Antar Bantuan ke Daerah Terisolir
Baca juga: Sosok Haili Yoga Bupati Aceh Tengah "Menyerah" Tangani Banjir, Pernah Jadi Pj Bupati Terbaik
| VIDEO Usai Insiden Makan Malam, Trump Sebut Jabatan Presiden AS Paling Berbahaya |
|
|---|
| VIDEO Evakuasi Dramatis Pemuda Terjatuh di Objek Wisata Goa Kalam Tapaktuan |
|
|---|
| VIDEO Unggul Jauh Suara, dr Hendra Kurniawan Terpilih Jadi Ketua IDI Banda Aceh 2026-2029 |
|
|---|
| VIDEO Trump Batalkan Negosiasi Gencatan dengan Iran di Menit Akhir |
|
|---|
| VIDEO - Pemerintah Abdya Cetak Dua Rekor MURI di Meusaraya Toet Lemang HUT Ke-24 Abdya |
|
|---|