Senin, 11 Mei 2026

Video

VIDEO - Kopi dan Gorengan Picu Hutan Gundul, Hasan Nasbi Ramai Dikritik

Hasan berpendapat bahwa sebagian kawasan hutan berubah fungsi menjadi kebun kopi atau perkebunan

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Pernyataan mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mendadak menuai sorotan publik. Ia dikritik setelah menyebut kebiasaan masyarakat minum kopi dan mengonsumsi gorengan turut berkontribusi terhadap penggundulan hutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Sabtu (13/12). Dalam video itu, Hasan menanggapi narasi yang kerap menyebut penebangan hutan sebagai penyebab utama berbagai krisis lingkungan.

Menurut Hasan, persoalan deforestasi tidak bisa dipandang secara hitam-putih. Ia berpendapat bahwa sebagian kawasan hutan berubah fungsi menjadi kebun kopi atau perkebunan kelapa sawit, seiring tingginya konsumsi kopi dan gorengan di masyarakat.

Baca juga: Hasan Nasbi Kritik Gaya Komunikasi Menkeu Baru, Purbaya Beri Balasan Menohok dan Tunjukkan Data

“Selagi kita masih suka minum kopi, ada hutan yang berubah jadi kebun kopi. Kita makan gorengan, ada hutan yang berubah menjadi kebun sawit,” ujar Hasan dalam video tersebut.

Tak hanya itu, Hasan juga menyinggung penggunaan cangkir kopi berbahan logam. Ia menyebut bahan baku logam berasal dari aktivitas pertambangan yang juga memiliki dampak lingkungan.

Potongan pernyataan Hasan Nasbi itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu perdebatan. Sejumlah warganet menilai Hasan terlalu menggiring isu deforestasi ke ranah perilaku individu, sehingga terkesan membebankan tanggung jawab kerusakan lingkungan kepada konsumen.

Publik menilai, persoalan penggundulan hutan tidak bisa dilepaskan dari kebijakan tata kelola lahan, ekspansi industri, serta lemahnya penegakan hukum di bidang lingkungan. Meski demikian, sebagian pihak mencoba melihat pernyataan Hasan sebagai ajakan refleksi atas hubungan antara pola konsumsi masyarakat dan dampaknya terhadap lingkungan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved