Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - 54 Ribu Warga Bireuen Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian

Ribuan warga di wilayahnya belum dapat pulang karena rumah mereka ada yang hilang, hancur, tertimbun lumpur, atau masih tergenang.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 54.517 jiwa atau setara dengan 14.079 kepala keluarga di Kabupaten Bireuen hingga Minggu (30/11/2025) masih harus tinggal di berbagai lokasi pengungsian. Mereka menjadi korban banjir bandang yang menerjang wilayah itu pada Rabu dan Kamis (26-27/11/2025) lalu.

Para pengungsi terpaksa bertahan dalam kondisi serba terbatas karena rumah mereka hilang, rusak berat, dipenuhi lumpur, atau infrastruktur di sekitarnya hancur. Lokasi pengungsian tersebar di banyak titik, seperti Masjid Ulee Tutue di Kutablang, meunasah di Desa Meuse, sepanjang jalan Simpang Empat Gle Kapai, serta di desa-desa lain seperti Punjot Jangka, Ulee Ceu, Kuala Ceurape, Cot Ara, Keureumbok, Gandapura, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Juli.

Mereka mengungsi di fasilitas umum seperti meunasah, masjid, posko kantor keuchik, rumah warga, badan jalan, maupun ruas jalan. Aktivitas warga, termasuk memasak untuk kebutuhan makan malam, harus dilakukan lebih awal sebelum gelap karena listrik masih padam. Di beberapa lokasi seperti Kuala Ceurape dan Alue Kuta, Jangka, para ibu terpaksa memasak di badan jalan dekat meunasah atau pinggir tambak udang yang rusak karena rumah mereka tidak lagi layak huni.

Camat Kutablang, Erizal, menyatakan ribuan warga di wilayahnya belum dapat pulang karena rumah mereka ada yang hilang, hancur, tertimbun lumpur, atau masih tergenang. Hal senada disampaikan Camat Jangka, Mulyadi, yang mencatat banyak korban banjir tidak lagi memiliki rumah untuk ditinggali sehingga belum diketahui kapan mereka dapat meninggalkan pengungsian.

Bencana banjir bandang tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak 29 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (*)

Narator: Dara 

Video Editor: Muhammad Anshar

 


=========== Syedara Lon, jangan lupa SUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT. Update video viral lainnya: http://bit.ly/serambivideo Update berita terpopuler lainnya: http://bit.ly/SerambinewsPopuler Update info terkini via Serambinews.com: https://aceh.tribunnews.com/ Follow akun Instagram https://bit.ly/IGserambinews Follow akun Twitter http://bit.ly/TwitterSerambinews Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBserambinews Follow akun TikTok http://bit.ly/tiktokserambinews 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved