Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Lumpur Banjir Pidie Jaya Kian Padat Kubur Rumah Warga 

Suasana kesedihan masih menyelimuti korban banjir bandang di Pidie Jaya. Sebab, saat ini suplai listrik sebagian masih padam total. 

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: m anshar

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Tanah lumpur banjir bandang semakin padat mengubur rumah warga hingga 21 hari pascabanjir menerjang Kabupaten Pidie Jaya, tanggal 26 November 2025. 

Ketinggian tanah lumpur hampir menutupi pintu sebagian rumah warga. Seperti lumpur banjir menutupi rumah di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. Di gampong tersebut paling dasyat diterjang banjir lumpur, mengingat letak ratusan rumah warga bersisian dengan Sungai Krueng Meureudue. 

Warga belum mampu membersihkan tanah lumpur banjir yang mengepung rumahnya. Selain tanah lumpur kian padat juga ketinggian tanah lumpur banjir. Sehingga membutuhkan waktu berminggu minggu untuk membersihkan tanah yang dibawa banjir dari pegunungan tersebut. 

Selain itu, masyarakat secara mandiri bahu membahu mulai membersihkan tanah lumpur banjir. Sebagian warga juga mengerahkan alat berat, guna membersihkan tanah lumpur di luar rumahnya. Fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit dan sarana ibadah tidak luput dari terjangan lumpur banjir

Sehingga proses belajar mengajar di sekolah terdampat banjir masih lumpuh. Ada pun aktivitas masyarakat lebih dominan menunggu bantuan yang disalurkan ke posko banjir.  Seperti di Gampong Beringin, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, warga membuat posko di pinggir jalan. Sehingga saat bantuan disalurkan ke posko, kerap terjadi kemacetan kendaraan. 

Warga datang ke posko untuk mengambil bantuan untuk di bawa pulang untuk keluarganya yang selamat di rumah. Suasana kesedihan masih menyelimuti korban banjir bandang di Pidie Jaya. Sebab, saat ini suplai listrik sebagian masih padam total. 

Selain itu jaringan internet belum pulih dan kelangkaan gas 3 Kg subsidi pemerintah masih terjadi kelangkaan di Bumi Japakeh tersebut. Saat ini, 5.000 lebih warga harus tinggal di pengungsian, karena 4.000 lebih rumah warga rusak berat. (*)

Narator: Dara

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved